Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Friday, July 6, 2012

Bunga Itu Pun Telah Layu

Beberapa minggu lalu aku pergi ke sana kemari untuk satu urusan. Capek sekali. Kemarin aku tempat temanku yang sudah cukup lama tidak ketemu. Terakhir ketemu aku lihat halamannya penuh dengan bunga-bunga yang indah. Tetapi kini aku melihat sebagian bunga yang sudah layu. Saat aku tanya kok layu, karena sebagian dia cabut sendiri, dan tidak diurusi.

Kuperhatikan bunga itu, aku pun berpikir, seharusnya temanku merawatnya, menjaganya, dan menyiraminya, tetapi malah ia mencabut dan mengabaikannya. Wajar saja kalau bunganya layu.

Dan otakku langsung teringat pada salah satu sahabatku. Dia seorang gadis yang cantik. Ketemu dia beberapa tahun lalu, aku mengenalnya sebagai pribadi yang introvert (tertutup). Aku lihat ada sesuatu yang ia simpan, yang ia rahasiakan, sebagai beban hidup. Sebagai sahabat dan ia juga menganggapku sebagai kakak, aku mencoba mencaritahu apa sebabnya. Setiap kali aku tanya, dia hanya bisa menangis.

Setahun yang lalu, tanpa aku minta pun ia akhirnya cerita padaku. Sebut saja namanya Mawar.

"Mas, aku merasa tidak kuat menanggung beban ini," Mawar memulai pembicaraan.
"Beban apa dik, ceritakanlah. Barangkali aku bisa membantu mengangkat bebanmu, atau minimal membantu mencarikan solusinya," jawabku.
"Tapi aku malu mas, ini aibku," lanjutnya.

Aku pun terdiam. Pikiranku melayang memikirkan masalah apa gerangan.
"Kalau adik percaya, aku tidak akan membuka aibmu pada siapapun. Percayalah!" ucapku.
"Janji juga ya mas, setelah mas tahu cerita adik, mas tidak akan menjauhiku," ia berkata sambil terus terisak.
Aku pun semakin terbawa, "Ceritakanlah dik, kalau kamu menganggapku sebagai kakakmu."

Menghela nafas panjang dan air matanya terus meleleh.
Ia pun memulai ceritanya, "Mas setiap kali di keremangan, aku selalu merasa ketakutan luar biasa. Aku ingat pengalaman pahit masa laluku,"
"Memang kenapa dengan keremangan dik, apakah takut dengan hantu?" tanyaku.
"Gak mas, waktu aku masih umur 3 tahun, kedua orang tuaku cerai. Kakakku yang laki-laki ikut ibu, dan aku ikut bapak," imbuhnya.

Menyeka air matanya dengan tissue, ia pun melanjutkan kisahnya, sementara aku terhenyak diam, "Awalnya aku bahagia mas. Tapi setelah beberapa bulan, ayahku berubah. Aku yang tidur di kamar, aku didatangi langsung dan digerayangi seluruh tubuhku. Pertama tidak diapa-apakan. Tetapi besok malamnya, di keremangan lampu, aku melihat bapakku menggerayangiku dan menggagahiku, di usiaku yang masih tiga tahun."

Mataku terbelalak, "Yang benar saja dik?"
"Mas, aku jujur cerita apa adanya. Bapak melakukannya sampai aku kelas 3 SD," ia terus menyeka air matanya.

"Lalu sekarang bagiamana dik?" tanyaku.
"Aku sulit untuk percaya pada yang namanya kaum Adam. Sulit mas. Aku takut. Dan aku ini sudah merasa hina, aku sudah tidak suci lagi. Aku sakit mas," lanjutnya.
"Dik, kalau kamu berpikir seperti itu, berarti kamu juga tidak percaya pada kakakmu ini?" tanyaku lagi.
"Bukan begitu mas," jawabnya singkat.

Kini di usianya yang sudah di atas 20 tahun, ia pun masih merasakan ketakutan. Aku selalu menasihatkan untuk bersabar. Memang kata-kata bersabar itu mudah, tetapi ia yang merasakan trauma. Tetapi paling tidak aku berusaha menjadi saudara yang membantu dengan simpatiku.

"Aku tidak bisa berbuat apapun, tetapi ingatlah Tuhanmu dik. Allah tidak tidur. Percayakah engkau bahwa Tuhan Maha Pengasih? Masih percayakah engka Bahwa Tuhan Maha Segalanya?" nasihatku.

"Apapun yang terjadi di dunia ini pasti atas izin Tuhan. Dan yang terjadi padamu pun atas izin-Nya. Ikhlaslah dik. Kau dipersiapkan Tuhan untuk menjadi penghuni syurga, jika engkau tetap ikhlas bahwa ini adalah bagian dari perjalanan hidupmu. Boleh saja engkau tidak suci lagi, tetapi di mataku kau adalah gadis suci. Karena kesucianmu terenggut tanpa kau berdaya sama sekali," imbuhku lagi.

Dik, tulisan ini kupersembahkan kepadamu. Aku, kakakmu, tidak bisa berkata apa-apa lagi, yang pasti aku pun ikut prihatin. Semoga engkau memang dipersiapkan sebagai penghuni syurga kelak atas keikhlasanmu menerima semua ini, atas keikhlasanmu menerima kenyataan bahwa ini sudah menjadi bagian hidupmu yang tidak bisa kau tentang. Ada maksud dari segala sesuatu.

Aku, kakakmu, selalu mendoakanmu dan menyayangimu, adikku!

Monday, July 2, 2012

Menjadi Dewasa Berarti Menjadi Seperti Laut

Sekarang aku berada di pantai Teluk Jakarta. Sepanjang mata hanya kulihat hamparan air laut biru dan dihiasai beberapa perahu nelayan yang bergelayut diombang-ambik oleh gelombang.

Saat aku menatap hamparan air laut, pikiranku melayang. Aku tersadar bahwa memang benar kata orang-orang bijak bahwa sebenarnya kita bisa belajar dari apapun yang di sekitar kita. Begitu pula dari laut.

Lautan luas, adalah cekungan dari bagian bumi yang berisikan air yang mengandung kadar garam sangat-sangat tinggi. Cekungan ini berisikan air yang sangat dalam sehingga terlihat biru. Aku lihat di tengah-tengah sana gelombang luat nampak tenang, tetapi di tepian pantai, gelombangnya sangat kasar, keras, dan nampak sangat ganas. Di tengah sana, air laut nampak sangat bersih, tetapi yang di tepian sangat kotor dan membawa semua kotoran yang tadinya terbuang dari luat.

Laut tidak pernah protes, apapun yang masuk ke dalamnya. Ia diam dan tetap menerima. Ia ibarat penampung, tanpa memprotes apapun yang ditampungnya. Ia diam dan menerima saja.

Hebatnya laut ini adalah bahwa ia menerima tanpa protes, kemudian ia menyaringnya. Seluruh kotoran ia terima dan kemudian dibuang ke tepi. Ia tetap berjiwa bersih. Ia saring mana yang seharusnya disimpan dan mana yang baik. Laut memberikan penghidupan bagi banyak jiwa, bagi ikan, bagi manusia, dan bagi banyak lagi lainnya.

Berbeda dengan kita manusia. Manusia seringkali tidak konsisten, tidak dewasa seperti laut tadi. Manusia seringkali mau menerima yang baik dan buruk, tetapi di hatinya justru banyak menyimpan yang buruk. Manusia justru membuang yang baik. Manusia seringkali kurang bersikap dewasa.

Mari semua belajarlah mendewasa. Bersedialah menerima hal-hal baik, menampung aspirasi baik dan buruk, tetapi kemudian jangan menelan mentah-mentah. Pisah dan pilahlah mana yang seharusnya disimpan dan mana yang seharusnya dibuang. Jangan menyimpan kotoran dalam hati, jangan menyimpan sesuatu yang akhirnya akan merusak, baik merusak diri sendiri, orang lain, maupun kedua belah pihak (kita dan orang lain).

Tuesday, June 26, 2012

Dampak dari Adanya Pengkhianatan

Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan, tetapi hanya butuh waktu satu detik untuk menghancurkannya.

Ketika sebuah kepercayaan yang besar dikhianati, maka besar pula kekecewaan yang akan dirasakan. Semakin besar kepercayaanmu, semakin besar pula rasa sakit yang kau rasakan. Pengkhianatan kepercayaan berdampak pada diri, dan ini adalah beberapa contoh dampak pengkhianatan:

Setress

Dampak langsung dari pengkhianatan kepercayaan adalah dampak emosional pada orang yang dikhianati. Umumnya, semakin besar rasa percaya kita berikan pada orang lain dan semakin besar dampak pengkhianatan itu pada kita, semakin besar pula rasa setress yang akan kita rasakan.

Sejumlah emosi yang berbeda mungkin dirasakan atas kesadaran bahwa kita telah dikhianati. Yang paling umum adalah kemarahan, meskipun kita mungkin takut kehilangan hubungan yang telah kita bangun karena kurangnya integritas orang lain.

Hilangnya Rasa Percaya

Ketika kita dikhianati oleh seseorang, sangat mungkin sekali bagi kita untuk tidak lagi percaya padanya. Kepercayaan memudar dan bisa hilang dengan cepat atau adanya histeris di mana kepercayaan jangka panjang tererosi dan kemudian tiba-tiba hilang.

Keadilan

Ketika seseorang merasakan bahwa ia telah dikhianati, mereka mungkin akan mencari beberapa bentuk keadilan, menempatkan kebenaran (paling tidak menurutnya) apa yang mereka rasakan sebagai sesuatu yang bisa dipersalahkan, termasuk sensibilitasnya.

Ingat bahwa keadilan (justice) dan keseimbangan (fairness) adalah dua hal yang berbeda dan sangat beragam tergantung konteksnya. Dari sudut pandang pribadi, keadilan berarti "membuatku lebih baik". Dari sudut pandang negara, keadilan berarti menjalankan hukum, meskipun tidak adil sekalipun.

Pernah dikhianati kepercayaanya? Oleh siapakah: oleh orang terdekat anda? Sakit ya? Semakin besar kepercayaanmu maka semakin sakit yang anda rasakan manakala kepercayaan itu dikhianati.

Sunday, June 24, 2012

Love Is Magic


Sebagian orang berkata kita terlahir untuk mencintai dan bahwa cinta adalah hati dan tujuan dari kehidupan kita. Banyak orang percaya bahwa cinta merupakan kekuatan magis yang menghubungkan dua hati. Selama berabad-abad, orang telah memikirkan apa itu cinta, menulis buku-buku tentang cinta dan menyanyikan lagu-lagu cinta, dan zaman sekarang film-film bertemakan cinta.

Cinta adalah lawan dari kegoisan, karena cinta selalu mengedepankan orang lain bukannya kita sendiri. Cinta adalah poin paling penting dari kemajuan hubungan antar sesama. Kerelaan berarti menyerahkan kebebasan yang dimiliki seseorang pada orang lain. Mencintai berarti memberi tanpa pamrih. Orang merasa puas dan bahagia bukan karena menerima tetapi karena melihat orang lain bahagia. Dua orang yang saling melengkapi satu sama lain merupakan bentuk kesatuan semangat yang membahagiakan karena orang lain bahagia kita tahu bahwa ia mencintai karena kita tahu bahwa kita tidak akan melakukan apapun untuk membuat orang lain menderita.

Cinta memiliki kekuatan magis untuk mengatasi semua masalah, menyembuhkan rasa sakit, menciptakan keajaiban-keajaiban. Dalam situasi-situasi kehidupan yang kritis, cinta memberikan kekuatan pada kita untuk mempertahankan diri, untuk bertahan apapun yang kehidupan dapatkan. Dan semua itu berasal dari keyakinan bahwa kita tidak sendiri di dunia ini.

Tetapi kita semua mesti ingat bahwa cinta muncul bukan di antara malaikat tetapi antar sesama manusia dengan yang memiliki dosa dan salah. Sehingga kesalahan, masalah, dan konflik dalam cinta itu merupakan kenyataan yang wajar. Semua itu datang dari sifat kemanusiaan kita. Tetapi kesucian cinta itu sangat berarti bagi semua masalah yang dihadapi untuk mendapatkan kembali cinta yang hilang. Jika Roma dibangun tidak dalam satu hari, begitu pula dengan cinta. Tidak ada yang sempurna dalam seni bercinta. Seni bercinta akan selalu menjadi jalan naik yang penuh dengan kompromi-kompromi, pertarungan setiap hari, bukan dengan orang yang kita cintai, tetapi dengan diri kita sendiri. Itulah kenapa cinta menjadikan kita lebih baik. Bagi semua orang cara ini bersifat personal. Kita tidak pernah bisa menduga bagaimana nantinya hubungan kita akan berkembang, namun hubungan itu akan menjadi apa nantinya adalah tanggung jawab dan kemampuan kita untuk membuat hubungan itu menjadi lebih baik.

Sebagian orang berkata bahwa cinta bertahan bertahun-tahun, teori yang lain menunjukkan bahwa cinta bertahan satu tahun lebih lama, sementara sebagian yang lain tidak memberikan kesempatan. Begitu banyak orang yang percaya bahwa sebuah keluarga merupakan singgasana cinta. Dan jauh di lubuk hati kita akan sangat mungkin percaya dan sangat percaya pada cinta. Karena cinta memiliki keajaiban-keajaiban dan usaha-usaha untuk menjelaskan dan mendefenisikan cinta itu selalu gagal.

Cinta membuat orang pintar kehilangan akalnya dan membuat orang bodoh menjadi jenius. Cinta itu bersifat paradoks dalam banyak aspek. Ada pernyataan yang menyatakan bahwa cinta selalu bahagia meskipun dalam kondisi tidak membahagiakan dan pada saat yang sama tidak ada yang lebih buruk dan lebih baik di dalamnya. Dan kenyataan lain bahwa kita dikatakan belum hidup hingga kita mencintai, dan bahwa cinta adalah kunci kehidupan dan aroma kehidupan itu sendiri. Kita bisa saja mengambil banyak kata dan contoh. Semuanya itu benar dan tidak ada yang benar-benar final. Bisa diringkas dalam satu ungkapan: Orang yang mencintai melihat dunia ini dengan cara yang berbeda ketika semua yang lain terlihat lebih cerah, burung-burung berkicau lebih merdu, kehidupan menunjukkan kesempurnaannya.

Tuesday, February 14, 2012

Kasih Sayang Seorang Ayah pada Puteri Kecilnya

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja di perantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya. Akan sering merasa rindu sekali dengan ibunya. Lalu bagaimana dengan ayah?




  • Mungkin karena ibu lebih sering meneleponmu untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponmu?
  • Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, ibulah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sekembalinya ayah dari bekerja dan dengan wajah lelah ayah selalu menanyakan pada ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
  • Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil, ayah biasanya mengajar putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah ayah mengganggapmu sudah bisa naiknya, ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu. Kemudian Ibu bilang, "Jangan dulu ayah, jangan ditanggalkan dulu roda bantunya," itu karena ibu takut puteri manisnya akan terjatuh lalu terluka. Tapi sadarkah dikau? Bahwa ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu puteri kecilnya PASTI mampu melakukannya.
  • Pada saat kau menangis merengek meminta mainan baru, ibu menatapmu hiba. Tetapi ayah akan mengatakan dengan tegas, "Bisa, kita beli nanti, tapi tidak sekarang." Tahukah engkau , ayah melakukan itu kerana ayah tidak ingin kau menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi.
  • Saat kamu sakit, ayahlah yang terlalu khawatir sampai terkadang sedikit membentak dengan berkata, "Sudah di beritahu! kamu jangan minum air dingin!". Berbeda dengan ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu ayah benar-benar mengkhwatirkan keadaanmu.
  • Ketika engkau sudah beranjak muda, kau mulai menuntut pada ayah untuk mendapat izin keluar malam, dan ayah bersikap tegas dan mengatakan "Tidak boleh!" Tahukah engkau bahwa ayah melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi ayah, engkau adalah sesuatu yang sangat-sangat luar biasa berharga. Setelah itu kau marah pada ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu. Dan yang datang mengetuk pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah ayah. Tahukah kamu, bahwa saat itu ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia harus menjagamu?
  • Ketika saat seorang teman lelaki mulai sering meneleponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, ayah akan memasang wajah paling dingin sedunia. Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kau sedang ngobrol berdua di ruang tamu. Sadarkah kamu, kalau hati ayah merasa cemburu?
  • Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya, maka yang dilakukan ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir bimbang. Dan setelah perasaan khwatir itu berlarut-larut, ketika melihat puteri kecilnya pulang larut malam hati ayah akan mengeras dan memarahimu. Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang sangat ditakuti ayah akan segera datang? "Bahwa puteri kecilnya akan segera pergi meninggalkannya"
  • Setelah lulus SMA, ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang dokter atau insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan ayah itu semata-mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti. Tapi ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan ayah.
  • Ketika kamu menjadi gadis dewasa dan kamu harus pergi kuliah di kota lain, ayah harus melepaskanmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu? Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasihat ini dan itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal ayah ingin sekali menangis seperti ibu dan memelukmu erat-erat. Yang ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang". Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT, kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
  • Di saat kamu kesempitan uang untuk membiayai semesteran dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah ayah. Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya boleh merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
  • Ketika permintaanmu bukan lagi sekadar meminta alat mainan yang baru, dan ayah tahu ia tidak mampu memberikan apa yang kamu inginkan. Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah, "Tidak.... Tidak boleh!" Padahal dalam batin ayah, ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti ayah belikan untukmu". Tahukah kamu bahwa pada saat itu ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
  • Saatnya kamu lulus sebagai seorang sarjana, ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat puteri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang.
  • Sampai saat seorang teman lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada ayah untuk mengambilmu darinya, ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin, karena ayah tahu bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
  • Dan akhirnya.... Saat ayah melihatmu duduk di kursi pelaminan bersama seseorang lelaki yang dianggapnya mampu menggantikannya, ayah pun tersenyum bahagia. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu ayah pergi ke belakang pentas pelaminan sebentar, dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat berbahagia, kemudian ayah berdoa. Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik. Puteri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita solehah yang cantik. Bahagiakanlah dia bersama suaminya. Rahmatilah kehidupan mereka Ya Allah"

Thursday, April 28, 2011

Cinta yang Abadi Akan Kekal Selamanya Hingga Akhir Hayat

Pada suatu hari yang indah, sepasang suami istri yang berusia sekitar 70 tahun berjalan menuju ke sebuah kantor pengacara. Jelas mereka datang ke sana untuk mengurusi perceraiannya.

Sang pengacara bertanya-tanya, setelah berbincang-bincang dengan mereka, akhirnya dia tahu kisah sepasang suami istri ini.

Pasangan ini selalu bertengkar selama lebih dari 40 tahun usia pernikahan mereka seolah tidak pernah ada yang benar.

Mereka beratahan karena anak-anaknya, takut hal itu berdampak pada perkembangan mereka. Kini, semua anaknya telah besar, telah memiliki keluarga sendiri, tidak ada lagi yang harus dikhawatirkan oleh pasangan ini, yagn mereka inginkan hanyalah membebaskan diri mereka masing-masing dari ketidakbahagiaan selama bertahun-tahun, sehingga mereka pun sepakat untuk bercerai.

Sang pengacara pun mengalami kesulitan untuk menyelesaikan papernya, karena dia merasa setelah 40 tahun pernikahan di usia 70 tahun sekarang ini, dia bisa mengerti mengapa orang sepasang suami istri ini ingin bercerai.

Ketika mereka sedang mendatangani paper tersebut, istrinya berkata pada suaminya:

"Aku sungguh-sungguh menyayangimu, tapi aku tidak tahan lagi. Maafkan aku."

"Tidak apa-apa. Aku mengerti," kata suaminya. Melihat kejadian ini, sang pengacara menganjurkan untuk makan malam bersama, hanya bertiga, sang istri berpikir mengapat tidak, karena mereka bias bisa menjadi teman.

Di meja makan, hening namun aneh.

Hidangan pertama adalah sate ayam, kemudian sang pria mengambil stik drum untuk wanita tua itu. "Ambillah. Ini yang paling kau sukai."

Melihat kondisi ini, sang pengacara berpikir barangkali masih ada satu kesempatan, tetapi si istri cemberut dan ia menjawab, "Inilah masalahnya. Kau selalu memikirkan dirimu sendiri, tidak pernah berpikir apa yang aku rasakan, bukankah kau tahu aku benci stik drum?"

Sang istri kurang paham bahwa selama bertahun-tahun suaminya selalu mencoba membuatnya bahagia, dia kurang paham bahwa stik drum itu adalah kesukaan suaminya. Suaminya kurang paham bahwa istrinya tidak pernah sama sekali mengira bahwa suaminya itu sangat mengeti istrinya, suaminya itu kurang paham bahwa istrinya itu tidak menyukai stik drum sekalipun yang ingin diberikan oleh suaminya itu adalah yang terbaik untuk istrinya.

Malam itu, sepasang suami istri itu tidak bisa tidur, membolak-balikkan badan terus. Setelah berjam-jam, sang pria tidak tahan lagi, dia tahu bahwa ia masih menyayangi istrinya, dan dia tidak bisa hidup tanpanya, dia ingin istrinya kembali, dia ingin mengatakan padanya bahwa ia menyesal, dan dia ingin mengatakan padanya, "Aku menyayangimu."

Dia mengangkat telepon, mulai menekan nomor telepon istrinya. Berdering terus tanpa henti. Dia terus saja mencoba menelpon istrinya.

Di sisi lain, istrinya begitu sedih, dia tidak bisa mengerti bagaimana setelah selama sekian tahun suaminya masih belum juga mengerti dirinya, dia sangat mencintai suaminya itu, tetapi dia tidak tahan lagi. Telepon terus berdering, dia menolak untuk menjawab karena ia tahu pasti suaminya yang telepon. "Paling juga yang akan dibicarakan cuma semuanya sudah berakhir sekarang. Aku telah memintanya dan aku ingin kita tetap berpisah, jika tidak mau kutaruh di mana mukaku," pikirnya. Telepon terus berdering. Dia telah memutuskan untuk melepas kabel teleponnya.

Kemudian ia teringat bahwa suaminya itu memiliki penyakit jantung.

Keesokan harinya, dia menerima berita bahwa suaminya meninggal dunia. Dia buru-buru turun dari apartemennya, melihat jasad suaminya, terbaring dengan masih memegang gagang telepon, Dia kena serangan jantung ketika dia mencoba menelpon istrinya.

Dia bersedih sesedih-sedihnya. Dia harus membersihkan semua harta benda suaminya. Ketika dia membuka laci, dia melihat polis asuransi, tertanggal sejak hari mereka menikah, dengan si penerima polis adalah dia. Bersama dengan polis asuransi itu, ada sebuah catatan kecil.

"Untuk istriku tercinta, saat kau baca ini, aku yakin kau tidak aku sudah tidak lagi bersamamu, aku bawakan polis ini untukmu, meskipun jumlahnya hanya $100 ribu. Kuharap ini akan membantumu meneruskan janjiku bahwa aku telah melakukannya semenjak kita menikah, aku ungkin tidak lagi bersamamu, aku ingin uang yang sedikit ini bisa kau gunakan untuk melanjutkan hidupmu, karena sepertinya aku tidak akan lagi hidup lebih lama. Aku ingin kau tahu aku selalu ada di sampingmu. Aku mencintaimu."

Air mata mengalir bagaikan anak sungai.

"Jadi ketika kau menyayangi seseorang, beritahulah dia. Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi satu menit kemudian. Belajarlah untuk membangun kehidupan bersama. Belajarlah untuk saling menyayangi karena dia apa adanya bukan karena yang ada padanya."

Monday, April 4, 2011

Cinta, Kebohongan, dan pengkhianatan: Mengapa Kita Berbohong pada Orang yang Kita Sayangi?

Mengapa kita berbohong?

Suami berbohong pada istri, istri berbohong pada suami, seorang gadis berbohong pada kekasihnya, dan seterusnya...

Kita semua mengatakan ingin membuat hubungan yang dibangun atas dasar keterbukaan, kesetiaan dan kepercayaan, tetapi kenyataannya begitu kita terlibat dalam hubungan, hubungan tidak selalu seperti yang kita harapkan.

Suami istri, dan kekasih, seringkali saling membohongi perasaannya yang sebenarnya, perasaan yang mereka miliki untuk orang lain, juga tingkat komitmen yang tinggi untuk orang lain. Memang akan akan jika mengatakan bahwa kebanyakan orang menyimpan kebohongan terbesar mereka pada orang-orang yang mereka cintai.

Agar hubungan cinta kasih kita lebih baik atau lebih buruk, hubungan cinta kasih itu penuh dengan paradoks yang coba kita abaikan. Umumnya, strategi in berjalan dengan baik. Sampai saat di mana datangnya peringatan atau persiapan kita harus siap menghadapi kenyataan bahwa hubungan kita benar-benar seperti yang nampak.

Hingga kita bisa menangkap bahwa pasangnan kita telah berbohong. Tidak pelak lagi kita akan sulit sekali menghadapi apa yang telah terjadi dan berurusan dengan kenyataan bahwa orang yang kita cintai ternyata mengkhianati kepercayaan kita. Kita tidak menduga sama sekali bahwa pasangan kita telah menpu kita, tetapi mengapa dia menipu kita?

Mengapaikan adanya ketidaksempurnaan pada pasangan kasih kita ternyata kini menjadi strategi yang harus dibayar mahal, tak terduga, dan tiba-tiba. Tidak banyak yang bisa anda lakukan untuk menyelesaikan masalah ini, kecuali anda berusaha, tetapi ada kepastian yang akan membantu anda mengurangi stress, kegelisahan, dan ketidakpastian yang terjadi saat terjadinya kebohongan dan pengkhianatan itu.

Sebenarnya ketika kita sedang jatuh cinta dan dimabuk asmara, sebagian yang kita percayai tidaklah benar.

Hubungan cinta kasih zaman ini sering menggunakan tipuan, kebersamaan yang dijalani dengan keterusterangan yang selektif, posesif, dan penuh kebohongan. Ketikanya ini sangat berbahaya dan merupakan kunci penting bagi gagalnya hubungan.

Hubungan cinta kasih seringkali mendorong terjadinya penipuan, juga mendorong karena adanya kebutuhan. Sementara itu hubungan cinta kasih juga menawarkan banyak keuntungan. Kebanyakan orang merasa terbatasi dengan hubungan itu; mereka tidak lagi merasa bebas melakukan apa yang mereka inginkan, kapan keinginan itu muncul, dan dengan siapa ia ingin. Jadi kasih sayang itu memberikan penghargaan yang luar biasa, tetapi harus dibayar dengan baiya yang sangat mahal - yaitu hilangnya kebebasan dan otonomi diri.

Jadi mengapa kita berbohong?

Berbohong untuk hubungan cinta kasih membantu kita untuk mengatasi hubungan yang dengan keterpaksaaan. Sebenarnya, menipu pasangan kita menjadi cara yang efisien dan efektif untuk mempertahankan cinta kasih kita dan sementara itu kita sambil mengejar tujuan ekstra rasional dan kegiatan dibalik hubungan itu.

Bagaimana kita memutuskan kapan berbohong dan kapan kita seharusnya mengatakan yang sebenarnya?

Ada saat di mana kita harus berbohong dan ada saat di mana kita sama sekali tidak boleh berbohong.

Pengkhianatan: Ketika Orang yang Anda Sayangi Berkhianat


Cukup buruk ketika orang yang tidak begitu anda kenal ataupun musuh anda mengkhianati, namun jika seseorang yang anda percaya misal teman, mitra kerja, pasangan hidup yang berkhianat, teramat sangat menyakitkan. Mungkin rasanya anda tertipu, terhina, benci, atau ditikam dari belakang. Seringkali pengkhianatan itu datang tanpa kita duga sama sekail. Itulah mengapa pegkhianatan sangat menyakitkan. Anda tidak menduga anda akan merasakan sakit yang teramat sangat dari orang yang anda percayai itu. Jadi yang tersisa dari kepercayaan itu hanyalah rasa sakit yang teramat sangat.

Siapapun yang mengalami pengkhianatan dalam hubungan merasakan betapa sulitnya untuk pulih dari pengalaman itu. Orang yang anda pikir bisa anda percayai dan anda andalkan tidak lagi bisa menjadi orang yang anda percayai. Anda akan selalu bertanya ada apa? Apa yang salah dengan semuanya sehingga ia berbuat seperti itu? Mungkin hubungan anda berubah dan begitu juga kesetiaannya pada anda. Mungkin salah satu atau anda berdua berubah sehingga ia tidak lagi peka terhadap anda. Atau mungkin jua anda berdua bertumbuh melaju ke arah yang berbeda.

Ada banyak alasan yang menyebabkan orang untuk berkhianat. Kadang-kadang ia dengan sangat sengaja untuk menyakiti anda. Dan kadan-kadang juga merupakan konsekuensi dari pilihan anda. Mementingkan diri sendiri bisa menyebabkan orang untuk mengabaikan hubungan yang pernah dibangun dan dihormatinya. Mungkin ia menganggap hubungan itu sudah berlalu dan tidak lagi penting. Perasaan berubah. Dan ketika perasaan berubah maka ia akan melakukan tindakan yang ia sukai. Seorang individu yang merasa kebutuhannya tidak terpenuhi dalam suatu hubngan mungkin mengaggap bahwa hubungannya dengan pasangannya bukan lagi investasi yang menguntungkan atau layak dilanjutkan. Oleh karena itu ia berusaha mendapatkan pemenuhan kebutuhan di tempat lain. Hubungan pun berubah. Akhirnya berpisah dan kesempatan untuk berkhianat pun muncul.

Pengkhianatan adalah kekuatan yang merusak yang meninggalkan banyak puing di jalanan. Pengkhianatan mengubah segalanya. Hubungan dan semua yang berkait dengan itu tidak akan pernah sama lagi seperti sebelumnya. Kerusakan dapat diperbaiki. Kepercayaan hilang. Luka menganga. Kemarahan pun berkembang. Hati, dinding pelindung diri yang dibangun pun hancur. Sakit berkepanjangan dan abadi pun bersemi. Dan kita pun bertanya-tanya "Bisakah kepercayaan itu dikembalikan?" "Apakah luka ini akan sembuh?" "Apakah kemarahan tidak akan ada lagi?" "Bisakah hati yang hancur bisa diperbaiki?" "Apakah rasa sakit akan pergi?"

Pengkhianatan tidak hanya mengubah bubungan, ia pun mengubah individu-individu itu. Sesuatu terjadi dalam diri mereka. Ia mungkin merasa akan sulit untuk bisa percaya lagi. Mungkin mereka akan lebih berjaga-jaga karena mereka takut kecewa lagi. Mereka bisa belajar untuk menjadi lebih cerdas dan tidak naif. Harapannya terhadap orang lain mungkin berubah. Mereka selalu bercermin pada pengalaman hubungannya dan belajar dari kesalahan itu. Mereka mungkin mencoba mengerti, berempati, dan memaafkan, tetapi meskipun sulit. Mereka mungkin termotivasi untuk tumbuh dari pengamalan itu dan belajar lebih banyak tentang diri mereka sendiri dan orang lain.

Rasa sakit akibat pengkhianatan sangat nayta dan sangat berdampak besar pada kehidupan semua orang yang mengalaminya. Ini adalah suatu pengalaman yang sangat menyakitkan yang memiliki kekuatan untuk mengubah hati orang dan mengubah kehidupannya selamanya. Jika anda pernah dikhianati, anda tidak dapat mengubah apa yang telah terjadi ataupun membuang jauh-jauh rasa sakit akibat pengkhianatan itu. Anda butuh waktu untuk berdukan marah. Anda perlu waktu untuk untuk dihibur dan disemangati. Anda jgua butuh waktu untuk mengembalikan kepercayaan pada diri sendiri dan orang lain. Pengkhianatan sakit dan tidak ada cara cepat untuk menyembuhkannya. Dibutuhkan dari sekedar waktu. Dibutuhkan hati yang tidak akan mengeras. Dibutuhkan komitmen untuk percaya pada orang lain lagi. Hubungan berubah sebagai akibat dari pengkhianatan, tetapi akhrinya bagaimanapun juga anda alami itu penting.

Tuesday, March 22, 2011

Hidup Bersama Selamanya

Pada suatu hari yang indah, sepasang suami istri yang sudah berumur 70 tahun berjalan menuju ke salah satu kantor pengacara.

Jelasnya mereka ingin membukukan perceraian mereka.

Setelah berbincang-bincang dengan mereka, akhirnya sang pengacara pun tahu masalahnya.

Mereka selalu bertengkar selama 40 tahun lebih masa pernikahannya seolah tidak ada yang benar.

Mereka bertahan karena anak-anak mereka, takut perceraiannya itu akan berdampak pada perkembangan jiwa mereka. Kini anak-anak mereka telah tumbuh dewasa dan berkeluarga sehingga tidak ada lagi yang dikhawatirkn oleh sepasang suami istri yang sudah uzur ini. Yang mereka inginkan adalah terbebas dari kehidupan rumah tangga yang tidak bahagia ini, sehingga keduanya pun sepakat bercerai.

Sang pengacara butuh waktu lama untuk menyelesaikan laporannya, karena setelah pernikahan mereka berusia lebih dari 40 tahun dan sekarang usia mereka sudah 70 tahun, mereka masih ingin tetap bercerai.

Ketika mereka sedang menandatangani surat perceraian itu, sang istri berkata: "Sebetulnya aku sangat mencintaimu, tapi aku tidak bisa menjalaninya lagi. Maafkan aku."

"Iya. Iya aku mengerti," kata suaminya. Melihat kejadian ini sang pengacara menganjurkan untuk makan malam bersama, hanya bertiga. Sang istri pun berpikir mengapa itu tidak terjadi semenjak mereka masih berteman.

Di meja makan pun, masih ada satu keanehan.

Hidangan pertama adalah ayam panggang. Kemudian segera saja sang suami mengambilkan untuk istrinya. "Ambillah ini. Ini kesukaanmu."

Melihat ini, sanga pengacara berpikir mungkin masih ada kesempatan. Namun sang istri marah sambil bersungut menjawab: "Inilah masalahnya. Kau selalu mengira kau benar dan tidak pernah memikirkan bahwa aku tidak suka."

Bersambung....

Monday, March 21, 2011

Semakin Sakit dan Perih Hidupmu, Semakin Kuat dan Semakin Mulia Pula Hatimu

Semakin sakit dan perih hidupmu, semakin kuat dan semakin mulia pula hatimu.

Pada suatu hari, seorang pemuda yang sedang berdiri di tengah kota menyatakan bahwa dia telah mendapatkan hati paling mulia di seluruh penjuru lembah itu.

Orang-orang berkerumun dan mereka semua mengagumi hatinya karena hatinya itu sempurna. Tidak ada cedera ataupun catat dalam hatinya. Ya, mereka semua sepakat bahwa hatinyalah yang paling mulia yang pernah mereka temui. Pemuda itu sangat bangga dan berteriak semakin kuat akan kemuliaan hatinya.

Tiba-tiba seorang lelaki tua muncul di hadapan kerumunan itu dan berkata, "Mengapa hatimu tidak seindah hatiku." Para penduduk dan pemuda itu menengok ke hati lelaki tua itu. Hati itu berdetak kuat, tetapi penuh dengan luka, ada sebagian hatinya yang terkoyak dan hilang dan sebagian lain tambalan, namun tidak pas tambalannya itu juga ada sebgian yang berlubang. Akan tetapi.

Mereka menatap penuh pertanyaan. Bagaimana bisa ia berkata bahwa hatinya lebih mulia? Pemuda itu menatap hati lelaki tua itu dan melihat keadaanya kemudian tertawa. "Kau pasti bercanda," kata pemuda itu. "Bandingkan hatimu dengan hatiku, hatiku sempurna dan hatimu kotor penuh luka dan tangisan."

"Ya," kata lelaki tua itu, "Hatimu terlihat sempurna tetapi aku tidak ingin berdebat denganmu. Katau tahu luka ini menunjukan orang telah kuberikan cintaku - Aku mengiris sebagian hatiku dan kuberikan padanya, dan ia memberikan seiris hatinya untuk menutupi ruang kosong dalam hatiku, karena irisannya tidak pas, maka ada benjolan-benjolan, dan orang lain yang kuberi irisan hatiku tidak memberikan hatinya padaku. Inilah bagian yang berlubang itu - mencintai adalah mengambil kesempatan. Meskipun yang berlubang ini sakit, tetap terbuka, namun mengingatkanku pada orang yang kucintai, dan aku berharap kelak suatu hari nanti ia akan mengembalikan dan mengisi ruang hatiku yang kutunggu itu. Jari sekarang tahukah apa yang sesungguhnya indah dan mulia dari hati itu?

Pemuda itu diam terpaku dengan air mata mengalir di pipinya. Dia berjalan mendekati lelaki tua itu, meraih hatinya yang betul-betul muda dan mulia itu, dan mengambilnya seiris. Dia menawarkannya pada lelakui tua itu.

Lelaki tua itu menerima tawaran pemuda itu, menaruhnya di dalam hatinya dan kemudian mengambil seiris hati tua yang penuh luka dan menaruh di bagian hati pemuda yang terluka itu. Irisan itu pas, tetapi tidak sempurna, karena masih ada benjolan di sana.

Pemuda itu melihat ke hatinya, tidak lagi sempurna tetapi jauh lebih mulai dibandingkan sebelumnya, sebab cinta dari lelaki tua itu mengalir ke dalam hatinya.

Mereka berpelukan dan berjalan beriringan.

Pelajaran yang bisa diambil adalah janganlah kau pelit memberikan cinta pada orang lain, jangan pelit kau berbagi pada orang lain, sekalipun orang yang kau cintai dan orang yang kau bagi tidak pernah mau peduli untuk kembali mencintai anda atau berbagi dengan anda.

Gadis Buta yang Tak Tahu Diuntung


Hiduplah seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena dia buta. Dia membenci semu aorang, kecuali kekasihnya. Dia selalu ada untuknya. Dia bilang bahwa andaikan ia bisa melihat dunia, dia akan menikahi kekasihnya itu.

Suatu hari, seseorang menyumbangkan sepasang matanya untuknya dan kemudian ia bisa melihat semuanya, termasuk kekasihnya itu.

Kekasihnya itu pun bertanya, "Sekarang kau sudah bisa melihat dunia, akankah kau menikah denganku?" Gadis itu terkejut ketika ia melihat kekasihnya itu juga buta, dan dia menolak menikah dengannya.

Kekasihnya itu pergi meninggalkannya sambil meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan surat untuknya. Ia berkata dalam suratnya itu, "Jagalah mataku itu sayang." Aku akan selalu mencintaimu selamanya.

Sunday, March 20, 2011

Kisah Cinta Inspiratif: "Dia Tidak Cantik."


Dia tidak cantik. Tidak ada yang istimewa darinya. Dia biasa-biasa saja. Tidak ada yang menonojol di mata umum. Dia besar dari sebuah keluarga dari enam bersaudara dan dialah yang tertua. Dia belajar bertanggung jawab sejak usia muda.

Ketika ia makin besar dan makin bersinar, dia menanamkan dalam dirinya semacam cahaya dan keindahan bagi siapa saja yang melihatnya. Dia tidak cantik, tetapi dia membuat semua orang merasa lebih baik jika ada dia. Dia bertemu dengan anak berandalan yang berpikir bahwa dialah satu-satunya pria, gadis itu berteman dengannya, dan mengajarinya. Dia mengajari anak muda itu bagaimana cara membaca, mengajari bahwa anak itu tentang pentingnya kuliah, dan mereka akhirnya menjadi teman dan akhirnya gadis itu jatuh cinta pada pemuda tampan itu.

Kemudian pemuda itu pun jatuh cinta pada gadis seorang gadis. Seorang gadis yang sangat cantik. Rambutnya berkilauan. Matanya biru sebiru lautan paling biru. "Seperti seorang bidadari" kata dia padanya "seperti seorang bidadari yang cantik." Gadis itu menelan ludah. Dia tidak cantik, dia tidak teriris hatinya. Namun ia tidak tega, selama pemuda itu senang, dia akan merasa senang, atau dia akan berusaha untuk senang. Dia membantu pemuda itu menulis surat paling indah untuk bidadarinya itu. Selama mengamati surat itu, serasa gadis itulah yang menerima surat itu. Dan gadis itu juga membatu pemuda itu memilih pakaian yang pas, berkata-kata yang pas, dan membeli hadiah yang pas untuk bidadarinya itu.

Sang bidadari itu membuatnya sangat senang dan di sisi lain rasa sakit yang luar biasa bagi gadis yang menangis di balik senyumnya. Namun ia tidak akan pernah berhenti memberi yang lebih dari sekedar yang ia terima. Kemudian pada suatu hari, bidadari yang ia cintai pergi meninggalkannya demi pria lain. Demi seorang pria yang lebih kaya. Pemuda itu tertegun. Dia sangat sakit, dia tidak mau bicara sama sekali selama beberapa hari. Pemuda itu menangis di bahu gadis itu dan gadis itu pun menangis bersamanya.

Pemuda itu sakit dan gadis itu pun ikut sakit. Waktu pun berlalu dan luka pun sembuh. Pemuda itu menyadari adanya sesuatu yang ada pada temannya itu. Sesuatu yang tidak ia sadari sebelumnya. Betapa tawa candanya terdengar indah dan betapa senyumnya menyinari kegelapan, dan betapa cantiknya ia dalam pandangannya!

Cantik. Gadis sederhana yang biasa saja menjadi begitu cantik di hadapannya. Dan ia pun mulai jatuh cinta. Jatuh cinta pada gadis itu. Pada suatu hari ia memberanikan diri untuk menemuinya. Dia berjalan menuju ke rumahnya, gugup dan gemetar. Berbagai pikiran melayang-layang di kepalanya.

Dia ingin mengatakan pada gadis itu betapa cantiknya dia. Dia ingin mengatakan bahwa ia sangat mencintainya. Dia mengetuk pintu. Tidak ada seorang pun di rumah.

Keesokan harinya, ia mengetahui bahwa gadis cantik yang ia cintai itu terkena kanker otak hingga ia koma. Para dokter tidak berdaya dan keluarganya pun siap merelakan ia pergi.

Akhirnya ia ketemu gadis itu. Dia memegang tangannya. Dia membelai rambutnya dan dia menangis untuk gadis cantik itu. Dia menangis, tetapi itu sudah terlambat. Gadis itu telah dimakamkan. Di musim semi yang indah itu, tangisan kehilangan pun muncul. Dialah gadis paling cantik di dunia ini dan dialah yang mengajari anak jalanan ini untuk mencintai dan apa yang harus dicintai.

Dialah gadis paling cantik di dunia.

Lihatlah sekelilingmu. Bukankah banyak wajah-wajah yang biasa saja? Perhatikan baik-baik. Rupa menawan yang sesungguhnya atau yang mungkin kau rindukan adalah orang cantik seperti dia.

Kisah Cinta yang Tragis: "Izinkan Aku Mencintaimu"


Konon, hiduplah seorang pria yang sangat mencintai seorang gadis. Pria yang sedang kasmaran ini melipat 1000 lembar kertas crane sebagai hadiah kepada gadisnya itu. Meskipun pada saat itu mereka masih bersama, hingga suatu hari sang gadis berkata padanya bahwa ia akan pergi ke Paris dan tidak akan pernah kembali lagi. Gadis itu juga berkata kepadanya bahwa ia tidak bisa mewujudkan masa depannya bersama pria itu, jadi ia menginginkan perpisahan dan kemudian patah hati.

Ketika pria itu mulai memperoleh kepercayaan dirinya kembali, ia bekerja keras siang malam, membanting tulang dan menguras pikirannya untuk mendapatkan sesuatu. Akhirnya dengan kerja kerasnya itu dan dibantu teman-temannya, pria itu berhasil membangun perusahaannya sendiri.

"Kau tidak akan pernah gagal hingga aku berhenti mencoba," kata pria itu pada dirinya sendiri. "Aku harus membuktikannya!" Pada suatu hari ketika sedang turun hujan, saat itu ia sedang mengendarai mobilnya, dia melihat sepasang kakek dan nenek berjalan di bawah satu payung bersama menuju ke suatu tempat. Meskipun mereka menggunakan payung, namun mereka masih basah kuyup. Tidak lama ia menyadari bahwa kedua orang itu adalah orang tua mantan kekasihnya. Dengan sepenuh hati ingin kembali merka, ia melaju pelan-pelan di samping kedua orang tua itu, ia ingin kedua orang melihatnya di dalam mobil mewahnya. Dia ingin mereka tahu bahwa ia tidak lagi sama seperti dulu, dia punya perusahaan sendiri, punya mobil, punya kondo, dan sebagainya. Dia telah berhasil dalam hidupnya!

Sebelum pria itu menyadari, sepasang suami istri itu berjalan menuju ke sebuah makam dan dia keluar dari mobil dan mengikutinya dan dia melihat foto mantan kekasihnya yang tersenyum manis di samping nisannya. Orang tuanya melihat pemuda itu. Dia mendekat dan bertanya mengapa semua ini bisa terjadi. Mereka menjelaskan bahwa sang gadis sebetulnya tidak pernah pergi ke Paris sama sekali. Sebetulnya ia kena penyakit kanker. Dalam hatinya, gadis itu yakin bahwa kekasihnya itu bisa berhasil dalam hidupnya, tetapi ia tidak ingin penyakitnya itu menjadi penghalang bagi kekasihnya untuk berhasil, sehingga gadis itu memilih untuk meninggalkan kekasihnya.

Dia minta pada orang tuanya agar menaruh kertas crane di sampingnya, karena jika saatnya tiba ketika takdir membawa kekasihnya kembali lagi padanya dia bisa mengambil sebagian dari kertas itu lagi. Pemuda itu hanya menangis. Cara paling buruk untuk merindukan seseorang yang ia cintai adalah duduk di sampingnya tetapi tahu betul bahwa ia tidak akan pernah memiliki lagi dan tidak akan pernah melihatnya lagi selama-lamanya.

Pelajaran yang bisa diambil adalah bahwa uang tetaplah uang tapi cinta adalah anugerah. Dalam pencarian harta benda, luangkanlah waktu untuk orang-orang yang kita cintai. Kelak hanya ada saatnya kita hanya mengenang dan menyesali jika kita tidak pernah melakukannya.

Paradoks dalam Hidup


Selalu ada paradoks dalam hidup. Ketika satu dikurangkan pasti di sisi lain dilebihkan. Namun kita amati paradoks berikut ini:
  • Kita memiliki gedung-gedung yang menjulang tinggi, tetapi memiliki kesabaran yang pendek
  • Kita memiliki jalan bebas hambatan tetapi memiliki sudut pandang yang sempit
  • Kita menghabiskan banyak tetapi mendapatkan sedikit
  • Kita membeli lebih banyak tetape menikmati lebih sedikit
  • Kita memiliki rumah-rumah yang besar tetapi memiliki keluargta yang lebih kecil
  • Kita lebih nyaman tetapi lebih sedikit waktu yang kita miliki
  • Kita memiliki derajat lebih tinggi tetapi pengertian yang kurang
  • Kita punya pengetahuan lebih mendalama tetapi kebijaksanaan yang kurang
  • Kita punya lebih banyak ahli tetapi lebih banyak masalah
  • Kita punya teknologi lebih canggih tetapi kurang puas
  • Kita punya banyak obat-obatan tetapi kesehatan yang kurang
  • Kita mengkonsumsi fitamin tetapi hasilnya kurang
  • Kita minum terlalu banyak, merokok terlalu banyak, tertawa terlalu sedikit, menyetir terlalu cpat, lebih cepat marah, telatan, bangun tidur terlalu lelah, jarang membaca, nonton TV terlalu lama, dan terlalu jarang berdoa
  • Kita memiliki harta berlipat ganda tetapi mengurangi nilainya
  • Kita terbang dengan pesawat yang lebih cepat agar sampai lebih cepat tetapi sedikit melakukan dan kembali terlalu cepat
  • Kita lebih banyak menandatangani kontrak namun hanya memperoleh hasil lebih sedikit
  • Kita bicara terlalu banyak tetapi terlalu jarang mencintai dan terlalu banyak berbohong
  • Kita telah belajar bagaimana mencari nafkah tetapi bukan belajar kehidupan
  • Kita telah telah bertambah usia kita, tetapi bukan kehidupan kita.
  • Kita telah sampai ke bulan dan kembali, tetapi sulit menyeberangi jalan menuju ke tetangga kita yang baru
  • Kita telah menaklukan angkasa luar tetapi tidak bisa menaklukan batin kita
  • Kita telah melakukan hal-hal besar tetapi bukan hal-hal yang lebih lebih baik
  • Kita telah membersihkan udara kita tetapi mengotori jiwa kita
  • Kita telah membelah atom tetapi tidak prasangka kita.
  • Kita banyak menulis tetapi sedikit belajar
  • Kita banyak rencana tetapi sedikit menyelesaikan
  • Kita menciptakan pesawat yang lebih cepat tetapi jalur yang lebih lama
  • Kita belajar untuk terburu-buru tetapi tidak belajar menunggu
  • Kita punya banyak senjata tetapi kurang perdamaian
  • Kita memiliki pendapatan yang lebih tinggi tetapi moral yang lebih rendah
  • Kita banyak mengadakan pesta tetapi sedikit kesenangan
  • Kita punya banyak makanan tetapi kurang peredarannya
  • Kita banyak kenalan tetapi kurang sahabat
  • Kita banyak usaha tetapi keberhasilan kurang
  • Kita menciptakan banyak komputer untuk menangani banyak informasi tetapi kurang komunikasi
  • Kita mengendari mobil lebih kecil tetapi lebih banyak masalah
  • Kita membangun pabrik-pabrik besar tetapi produksi kurang
  • Kita memiliki kuantitas yang lama tetapi kualitas yang pendek
  • Inilah saatnya di mana makanan cepat saji dan pencernaan yang lambat berkembang
  • Inilah saatnya banyak orang bertubuh tinggi, tetapi karakter pendek
  • Inilah saatnya pedamaian dunia tetapi peperangan terus berkembang
  • Inilah saatnya pendapatan berlipat ganda tetapi lebih banyak perceraian
  • Inilah saatnya banyak rumah-rumah mewah, tetapi banyak keluarga berantakan
  • Inilah saatnya orang yang paling kita cintai adalah orang yang paling sering menyakiti kita
Memang, inilah saatnya paradoks muncul!

Cinta Tanpa Syarat Adalah Jawabannya


Ada waktu di mana aku menjadi takut untuk mencintai. Karena saat aku jatuh cinta, aku disakiti. Makanya kenapa aku menyebutnya "jatuh" dalam cinta.

Aku akan memberikan semua yang kumiliki, mencintai setulus-tulusnya dan sepenuh hati. Itu akan menjadi pengalaman yang betul-betul emosional dan benar-benar penuh dengan euforia. Aku akan memimpikan tentang obyek dari cintaku sepanjang hari dan sepanjang malam, membayangkan waktu-waktu indah bersama, memikirkan apa yang bisa kulakukan dan kuberikan padanya untuk menunjukkan betapa aku peduli padanya. Aku akan merasa ringan seperti bulu, bersemangat, dan gembira yang mencerminkan indahnya perasaanku. Namun kemudian sesuatu terjadi dan duniaku terasa luluh lantak. Kecewa. Benci. Marah. Sakit.

Mengapa? Bisakah kita mencintai tanpa merasakan sakit? Apakah kekecewaan sesungguhnya adalah harga dari semua kebahagiaan yang kita rasakan ketika kita jatuh cinta? Haruskah kita menerima hal itu apa adanya akrena kita mencintai dan kita akhirnya disakiti?

Beberapa lama setelah pencarian jiwa dan pendalaman makna inspiratif akhirnya yang menemujkan bahwa aku bisa mencintai tanpa merasa sakit. Aku akhirnya mengerti bahwa cinta cinta tanpa syarat adalah jawabannya.

Cinta adalah dorongan paling kuat yang ada di dunia ini. Cinta adalah api yang membakar diri dari dalam, esensi dari kehidupan. Cinta adalah sumber dari segala kenyamanan dan ketentraman. Cinta adalah hadiah yang paling indah yang mendefinisikan tujuan kita dalam hidup. Jika kita tetap ingan bahwa kita memang layak mendapatkan makna yang sejati, kita bisa mencintai sepenuhnya dan berbahagia di sisa hidup kita.

Terimalah bahwa orang mengungkapkan cinta dengan banyak cara

Bagaimana anda mengekspresikan cinta anda? Anda berkata "Aku mencintaimu" tiga kali sehari, anda mencium dan memeluknya setiap ada kesempatan, anda tidak pernah lupa ulang tahunnya, dan anda selalu menyiapkan makanan favoritnya. Bagaimana dia mengeskpresikan cintanya? Dia jarang berkata "Aku mencintaimu," dia jarang menciummu, dia melupakan ulang tahunmu, dan bahkan dia tidak pernah memasak untukmu. Namun ia lebih suka bekerja terus menerus, jalan-jalan bersama hewan piaraannya, membantumu mencuci, mengajakmu nonton di bioskop, dan dan memanggilmu "Sayang." Dia mungkin sangat mencintai anda seperti anda mencintainya, hanya saja caranya mencintai berbeda dengan anda. Jika anda bisa menerima perbedaan itu anda akan memiliki pandangan yang lebih sehat tentang hubungan anda.

Kebahagiaan berasal dari memberikan cinta

Ketika anda mencintai, lakukanlah karena anda ingin. Ada kebahagiaan tak tergambarkan dalam cinta. Berikan saja. Dan nikmatilah kepuasaan karena telah memberikan sesuatu pada seseorang yang anda sayangi. Apakah yang anda berikan itu dihargai atau tidak, carilah kesenangan dalam memberi itu.

Cintailah tanpa mengharapkan apapun

Di sinilah di mana rasa sakit itu muncul: ketika anda menuntut balasan atas cinta yang anda berikan. Sesungguhnya anda mensetting diri anda sendiri untuk kecewa karena cinta tidak selalu terbalaskan. Cinta antara dua orang tidak bisa selalu sama intensitas di waktu dan tempat yang sama. Tidak peduli seberapapun dalamnya cinta pasangan anda terhadap anda, dia tidak akan pernah bisa memenuhi semua kebutuhan anda setiap saat. Dan yang terburuk adalah ketika anda mencintai hanya ketika anda yakin untuk menerima cinta yang sama dari orang yang anda cintai itu. Sedihnya, anda sedang menunggu untuk bersedih selamanya.

Cintailah sekarang juga

Masa lalu sudah lewat dan masa depan hanyalah impian. Yang tersisa hanyalah rasa sakit, bahkan keindahan dan tawa hanyalah tinggal kenangan. Biarkan ia pergi. Bagaimana dengan fantasi dan kekhawatiran anda? Fantasi dan kekhawatiran anda mungkin tidak akan pernah datang. Jalanilah hidupmu sekarang. Berikan cintamu sekarang. Lakukan sekarang dan nikmatilah. Itulah rahasia ketentraman hati.

Buanglah jauh-jauh kebiasan-kebiasaan yang merusak

Ketika anda bersikeras bahwa andalah yang memiliki kendali, bahwa anda selalu benar, baha orang lain harus mengerti anda, anda mencetak harapan-harapan tidak masuk akal tentang diri anda dan orang yang anda sayangi. Hubungan cinta dan kasih sayang itu fleksibel, dinamis, dan berkembang. Beri ruang untuk perubahan dan interaksi. Ijinkan perilauk baru dan belajar dari pengalaman. Ketika kita terbuka dalam hal itu dalam hidup kita, kita membuka diri untuk cinta dan kasih sayang bukan kemarahan dan frustasi.

Ya, anda akan mengatakan bahwa cinta tanpa syarat lebih mudah dikatakan ketimbang dilakukan, khususnya ketika anda telah yakin bahwa itu memberi dan menerima. Cobalah untuk percaya bahwa cinta itu hanyalah memberi. Mereka bilang, "Berilah hingga ia menyakitimu." Kita bilang, "Cintailah hingga tidak lagi merasakan sakit."

Dua Tetes Air Mata


Dua tetes air mata kecil melayang menyusuri sungai kehidupan. Satu tetes air mata berkata pada yang lain, "Aku adalah tetes air mata seorang gadis yang mencintai seorang pria dan kehilangan dia. Kamu siapa?" "Aku adalah tetes air mata yang mendapatkan pria itu."

Cinta itu sangat aneh. Cinta adalah komitmen tanpa syarat terhadap seseorang yang tidak sempurna. Kau butuh air mata ketika kau mencinta, hal itu seperti menunjukkan jalan pada dirimu sendiri untuk tersakiti. Kau menjadi ketagihan dan bergantung pada orang itu. Kau bisa menjadi kuat, dan pada saat yang sama kau membuka diri untuk disakiti. Cinta membuatmu kuat menanggung semua rasa sakit dan siap berkorban apapun. Cinta bisa juga membuatmu merasa bodoh dan bertindak bodoh. Kadang ketika kau mencintai dan akhinya menyerahkan dirimu sepenuhnya, pada dasarnya kau hanya mencari cara bagimana kau telah menyerahkan dirimu ketika orang yang yang kau cintai menyakitimu atau berkata selamat tinggal.

Lalu kau menyadari, bagian penting dalam dirimu adalah orang itu. Bagian itu pergi ketika dia meninggalkanmu dan yang tersisa hanyalah rasa sakit dan perasaan hampa dalam dirimu.

Air mata menetes di pipimu meskipun kau sudah menahan sekuat tenagamu untuk tidak menetes. Sebagian besar air mata menetes di bumi ini karena cinta atau karena kurangnya cinta. Ketika air mata kering, rasa kehilangan melekat pada hatimu.

Itulah mengapa kau harus sangat peduli dengan seseorang yang kau cintai. Tapi bagaimana bisa kau menyesalinya? Berikan dirimu sebebas-bebasnya dan dengan tulus ikhlas adalah cara paling indah yang bisa kau lakukan. Dengan mencintai membuatmu nyata. Cinta juga membuatmu menangis. Dan itulah mengapa air mata itu indah.

Saturday, March 19, 2011

Kisah Cinta Inspiratif: "Bisakah Kulihat Bayiku?"

"Bisakah kulihat bayiku?' tanya seorang ibu baru yang sedang berbahagia. Ketika bungkusan kain yang ada di lengannya dan dia membuka pembungkusnya untuk melihat wajah mungilnya, dia tersentak. Sang dokter segera saja berpaling dan melihat keluar jendela rumah sakit.

Bayi itu terlahir tanpa telingan. Waktu membuktikan bawha pendengaran bayi itu sempurna. Yang tidak sempurna hanyalah tampilan tanpa telinganya itu saja. Suatu hari, ketika ia buru-buru pulang sekolah dan melemparkan dirinya ke pelukan ibunya, dia mendesah, karena mengetahui hidupnya diciptakan untuk selalu sakit hati. Dia berteria"Seorang anak laki-laki yang berbadan besar.... menyebutku orang aneh."

Dia tumbuh besar, tampan untuk kemalangan itu. Menjadi idola bagi teman-temannya, dia mungkin juga telah menjadi ketua kelas, tapi karena kemalangannya itu. Dia mengembangkan bakat lahirnya dalam bidang kesusastraan dan musik. "Tapi kau bisa berbaur dengan para pemuda lainnya," sahut ibunya, namun ia merasakan kebaikan di dalam hatinya.
Ayah dari anak itu telah menemui dokter keluarganya... "Tidak bisakah sesuatu dilakukan?" "Saya yakin saya bisa memasangkan sepasang telinga jika ada" jawab dokter. Setelah itu pun pencarian dilakukan untuk orang yang berkorban untuk pemuda itu.
Dua tahu berlalu. Satu hari ayahnya berkata pada anaknya, "Kau akan ke rumah sakit, Nak. Ibu dan bapak telah mendapatkan seseorang yang akan menyumbangkan telinga yang kau butuhkan. Tapi ini rahasia," kata bapaknya. Operasi pun berjalan lancar, dan seseorang yang baru telah terlahir. Bakatnya berkembang pesat, dan sekolah serta kuliahnya menjadi kejayaannya yang luar biasa.
Kemudian dia menikah dan memimpin layanan diplomasi. Suatu hari, dia bertanya pada ayahnya, "Siapa yang memberiku telinga? Siapa yang memberiku begitu berharga? Aku tidak membalas kebaikannya." "Ayah tidak percaya kamu tidak bisa," kata ayah, "tapi kan kesepakatannya adalah kau tidak boleh tahu..." Tahun-tahun berlalu dan tetap menyimpan rahasia itu, hari itu akhirnya datang juga. Di hari yang paling kelam yang pernah dilalui oleh seorang anak. Dia berdiri bersama ayahnya di samping peti matinya. Perlahan-lahan, sang ayah mengulurkan tangannya dan menyingkap rambut tebal berwarna coklat kemarahan untuk mengetahi bahwa ibunya tidak punya telinga luar. "Ibu berkata bahwa ia bahagia karena telah merelakan telingaku dipotong," ayahnya berbisik lembut, "dan tak seorang pun pernah mengira bahwa kurang cantik, kan?"
INGAT....
Harta karun sejati tidak berada pada apa yang kau lihat, tetapi pada apa yang tidak kau lihat. Cinta sejati tidak berada pada apa yang dilakukan dan diketahui, tetapi pada apa yang dilakukan dan tidak diketahui. Cinta kadang-kadang tidak perlu banyak kata.

Friday, March 18, 2011

Kesetiaan dalam Cinta


Loyalitas atau kesetiaan berarti komitmen untuk setia yang tidak dapat dengan mudah luntur. Untuk menjadi setia berarti mematuhi janji yang telah dibuat selamanya - untuk tetap mempertahankan komitmen yang telah dibuat untuk sepanjang hidup. Kesetiaan itu lebih mudah diucapkan namun untuk memiliki kualitas kesetiaan yang tinggi sangat sulit bagi sebagian besar orang.

Kesetiaan tidak mempertimbangkan perubahan dalam situasi yang bagaimana pun. Jika aku setia terhadap pasanganku dan pasanganku itu mengalami kecelakaan yang parah, bukan berarti bahwa aku akan pergi meninggalkannya dan mencari yang lebih cantik atau tampan dari dia. Jika aku berkomitmen pada seseorang dan kemudian suatu saat nanti ia memutuskanku, bukan berarti aku akan mencari orang yang lebih kaya. Setiap situasi yang datang itu menguji kesetiaan. Di beberapa negara, undang-undang mengizinkan perceraian jika pasangannya menjadi gila. Namun bagi orang-orang yang setia tidak akan memutuskan hubungan itu sampai kapan pun.

Setiap hubungan itu tergantung pada kepercayaan dan kebenaran. Jika hubungan diawali dengan kebohongan, maka ia tidak akan bertahan lama. Pondasinya adalah kebohongan dan kebohongan. Bagaimana kebenaran akan tumbuh dari benih kebohongan? Hal pertama yang dibutuhkan untuk terciptanya hubungan jangka panjang adalah untuk jujur dalam hal apapun. Menipu pasangan kita untuk mempercayai yang bukan sebenarnya adalah sebuah dosa.

Ketika anda memutuskan dan berkomitmen untuk setia, anda mestinya tidak memutuskan hubungan anda dalam kondisi bagaimana pun. Bisa tidak ada kata maaf untuk tindakan itu. Jika anda melakukannya, maka anda berarti menyakiti pasangan anda yang mempercayai anda, dan anda menyakiti diri sendiri dengan menjadi orang yang tidak setia dan tidak dapat dipercaya. Anda akan kehilangan harga diri total setelahnya. Ketika hal itu terjadi, satu-satunya jalan adalah turun gunung, menuju ke neraka. Cinta dan kesetiaan berjalan seiring berjalan. Bagaimana kita bisa tidak setia dalam cinta? Itu adalah pemikiran yang mustahil dijawab.
Mencintai dan dicintai adalah anugerah. Menghancurkannya dengan tidak setia adalah dosa terhadap Tuhan. Jika karena kondisi apapun seseorang menjadi tidak setia, ia harus segera menyadari kesalahannya itu dan meminta maaf. Apakah hubungan itu akan tetap sama setelah adanya ketidaksetiaan ini? Tidak. Kecuali jika dia beruntung karena memiliki pasangan yang luar biasa. Hubungan itu tidak akan pernah sama lagi. Lebih baik selalu menjadi orang yang setia.
sumber: http://ezinearticles.com

Sunday, February 13, 2011

Kata-Kata Indah tentang Cinta


Banyak sekali definisi cinta dan kata-kata ungkatan cinta. Berikut beberapa di antaranya:

"Satu kata yang membebaskan kita dari beban dan rasa sakitnya kehidupan: yaitu kata cinta" = Sophocles.

"Perhatian adalah bentuk paling mendasar dari cinta; melalui perhatian kita memberkahi dan diberkahi." - John Tarrant

"Kita mencintai karena dengan kita mencintai itulah yang sesungguhnya merupakan petualangan sejati." - Nikki Giovanni

"Cinta itu seperti air raksa yang ada di tangan. Membiarkan tangan terbuka dan tetap terbuka. Kita genggam erat, maka ia akan kabur." - Dorothy Parker

"Cinta adalah persahabatan yang membara." - Tidak dikenal

"Cinta adalah satu hal yang ideal, pernikahan adalah satu hal yang nyata." - Goethe

"Jatuh cinta hanyalah masuk ke dalam keadaan terbius secara persepsi" - H.L. Mencken

"Cinta adalah segalanya. Ia dipuja-puja. Oleh karena itulah mengapa orang begitu sinis tentang cinta. Cinta adalah yang sesungguhnya diperjuangkan, dengan resiko apapun. Dan masalahnya adalah, jika kau tidak mau mengambil resiko apapun, maka anda akan menghadapi resiko lebih besar." - Erica Jong

"Terkadang cinta itu lebih kuat daripada pendirian seseorang." - Isaac Bashevis Singer

"Cinta adalah kunci utama yang membuka gerbang kebahagiaan." - Oliver Wendel Holmes

"Mungkin cinta seperti keberuntungan. Kau harus mencarinya sepanjang waktu." - Robert Mitchum

"Cinta melonggarkan hatimu dan membuatmu besar hati." - Margaret Walker

Cinta tidak mempedulikan pantas atau tidak batas. Cinta tidak punya ukuran. Cinta itu naluriah." - Howard Thurman

"Cinta itu seperti sebuah perang: Mudah untuk memulai tetapi sulit untuk mengakhiri." - Anonim

"Cinta terdiria tas ini: bahwa dua diri yang saling melindungi dan menyentuh satu sama lain." Rainer Maria Rike

"Ketika ada cinta, tidak ada ruang yang terlalu kecil." - Talmud

"Cinta membuat jiwamu berjalan keluar dari tempat tersembunyi." - Zora Neale Hurston

"Cinta itu adalah hasrat yang tidak bisa ditahan untuk dihasrati." - Mark Twain

"Cinta itu lebih dari sekedar tiga kata sebagai mantra sebelum tidur. Cinta dipertahankan dengan tindakan, sebuah pola kesetiaan pada hal-hal yang kita sama-sama kita lakukan setiap hari." - Nicholas Sparks

"Cinta adalah sebuah tindakan pemaafan yang lekang oleh waktu, tatapan lembut yang menjadi sebuah kebiasaan." - Peter Ustinov

"Cinta itu seperti biola. Musiknya mungkin bisa saja berhenti, namun stringnya tetap ada selamanya." - Anonim

"Cinta hanyalah merupakan jawaban logis dan memuaskan terhadap maslaah keberadaan manusia." - Erich Fromm

"Dalam analisis akhir, cinta itu hanyalah cerminan dari makna keberadaan manusia." - Bill Wundram, Iowa Quad Cities Times

"Cinta tidak membuat bumi berputar, cinta adalah yang membuat tunggangan berarti." - Elizabeth Browning

"Mencintai berarti siap menderita. Dengan menghindari penderitaan seseorang pasti tidak mencintai. Namun kemudian seseorang akan menderita karena tidak mencintai. Sehingga mencintai berarti siap menderita, bukan tidak mencintai kemudian siap menderita. Menderita adalah menderita. Untuk berbahagia adalah dengan mencintai. Maka untuk berbahagia maka harus siap menderita. Tetapi menderita tidak akan membuat seseorang bahagia. Oleh karenya, menjadi orang yang tidak bahagia, harus mencintai, atau mencintai untuk menderita, atau menderita karena terlalu banyak kebahagiaan. Kuharap kau mengerti ini." - Woody Allen
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sekolah Inggris Online, E-English Class