Sunday, September 21, 2014

6 Macam Teman Beracun dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Tak ada bola kristal yang digunakan untuk memprediksi seorang teman yang akan tetap menjaga hubungan pertemanan yang positif dalam kehidupan, atau sebaliknya, karena persahabatan yang negatif akan membuat kita setres. Sebagian teman mungkin dari awalnya sudah jadi pengkhianat, dan sebagian lagi mungkin menjadi pengkhianat karena perubahan kehidupan mereka atau perubahan kepribadiannya. 

Paling tidak ada enam sifat yang pperlu disikapi sebagai masalah dalam persahabatan.

  • Tukang ingkar janji
  • Double-crosser 
  • Mementingkan diri sendiri
  • Tukang penyebar rahasia
  • Suka menyaingi
  • Tukang mengkorek-korek kesalahan orang
Mari kita bahas satu per satu

1. Tukang ingkar janji

Teman model ini selalu membuat kita kecewa atau sering mengingkari janji terhadap kita, biasanya karena dia sendiri selalu kecewa pada perjalanan hidupnya. Dia biasanya kesulitan untuk menghentikan kebiasaan buruk ini. Perilakunya memang menjengkelkan bagi kita, tetapi baginya itu sesuatu yang menyenangkan, dan tanpa terapi psikologis, dia akan sulit mengubah pola yang telah dimilikinya itu.

Salah satu cara untuk mengubah teman yang tukang ingkar janji adalah membantunya mengerti dan memahami konsekuensi-konsekuensi dari janji-janji yang diingkari itu. Cobalah memberitahu dia seperti apa rasanya dikecewakan. Misalnya dengan berkata, "Tentu saja aku mengerti bahwa kamu sedang tidak mood untuk datang tetapi aku benar-benar menunggu kedatanganmu."

Mungkin teman kita itu tidak menyadari bahwa perilakunya itu merupakan sebuah pola bukan satu kebetulan semata. Beritahulah. Misalnya dengan berkata, "Ya tentu saja aku mengerti, tetapi sadarkah kamu ini kelima kalinya kamu tidak memenuhi janjimu padaku?"

Jika kita ingin terus menjalin pertemanan dengan dia yang tukang ingkar janji, pastikan untuk mengkonfirmasi kembali rencana apapun, paling tidak sekali atau bahkan sesaat sebelum bertemu. Jika ada HP, pastikan teman kita bisa dihubungi jadi kita tidak merasa dibiarkan menunggu jika dia membatalkan lagi janji ketemu. 

Lain waktu jika dia menjanjikan sesuatu, cobalah katakan, "Ya, baik." Jika dia marah karena sarkasme kita, jelaskan bahwa kita memang semata-mata menunjukkan kebiasaan dia mengingkari janji. Kemudian nyatakan lagi dengan ungkapan yang lebih positif dengan mengatakan, "Buktikan kalau aku salah. Untuk saat ini, penuhi janji ya."

2. Double-crosser 

Teman jenis ini melakukan pengkhianatan yang sangat besar. Ini bisa terjadi ketika seorang teman menyakiti kita, dan bukan hanya itu, ternyata dia juga menyebarkan rumor-rumor tentang kita. Itulah yang disebut double-crosser. Atau bisa menjadi double-crosser yang sangat emosional, misalnya ketika salah satu teman dekat tiba-tiba berhenti bertegur sama tanpa kita tahu mengapa.

Double-crosser mungkin memiliki beberapa masalah emosi yang nyata yang perlu diarahkan jika kita ingin terus berteman dengannya. Jika teman kita pernah dikhianati oleh orang tuanya atau oleh saudaranya, dia mungkin ingin melakukan perilaku yang sama pada teman-temannya. Pengkhianat ini bisa sehalus ketika dikhianati oleh orang tuanya atau bisa sekasar korban kekerasan fisik, emosi, ataupun seksual. Teman kita yang seperti ini membutuhkan bantuan luar untuk mengembalikan siklus hidupnya ke yang normal.

Jika kita telah di-double-crossed oleh salah satu teman kita, kita bisa mempertimbangkan untuk mengakhiri pertemanan. Jika tidak secara langsung kita dilukai oleh teman kita ini tetapi memiliki bukti bahwa dia telah menyakiti yang lain, kita harus memutuskan jika kita terlalu berisiko untuk mempertahankan pertemenan.

3. Mementingkan diri sendiri 

Teman tipe seperti adalah teman negatif yang tipenya lebih lembut ketimbang pengambil resiko. Namun, seiring waktu, seorang teman yang tidak mau mendengarkan kita akan "memakan" harga diri kita. Agar kita merasa nyaman dan agar persabahatan kita tetap bertumbuh, kita harus lebih dari sekedar papan dengar. Orang yang mementingkan diri sendiri ini tidak peduli. Dia akan mendengarkan kita hanya karena dia menunggu waktu untuk bicara, tanpa benar-benar mendengarkan.

Obrolan teman seperti ini adalah salah satu cara untuk menutupi ketidakmampuannya untuk mentolerasi yang oleh sebagian orang terasa sangat menyiksa. Kita bisa memintanya untuk mencoba lebih mengerti bahwa dia bicara tanpa henti. Bisakah dia belajar untuk lebih santai? Menikmati keheningan? Belajar untuk bertanya sehingga kita tidak merasa seperti kerbau dungu?

Sekali lagi, apakah sifat ini yang disadari oleh teman kita dan memilih untuk mengabaikan, ataukah dia tidak menyadarinya tetapi ketika menyadari, dia bisa mengubahnya? Jika untuk berubah menjadi sesuatu yang tidak mungkin, apakah cukup positif jika kita ingin lanjutkan ini meskipun berat sebelah?

Mungkin dengan cara yang tidak ofensif kita bisa bertanya pada teman yang memiliki tipe seperti ini apakah dia mengerti bahwa memberi dan menerima yang kita dan dia lakukan itu tidaklah seimbang, bahwa dia lebih banyak mendominasi ketimbang kita.

Dengan teman yang seperti, Anda bisa merencanakan sebuah aktivitas yang meminimalkan masalah ini, seperti bermain tenis, nonton film, atau acara serupa lainnya. Kita sebaiknya juga mempertimbangkan untuk duduk di sebelah orang tipe ini di perjalanan selama lima jam atau makan malam hanya berdua saja yang menghabiskan waktu lama. 

4. Tukang penyebar rahasia

Ketika kita berkata pada teman tipe seperti ini, "Hanya kita berdua saja ya," dia mungkin akan menganggukkan kepala, tetapi sayangnya itu hanya akan bertahan sebentar saat bersama kita. Meskipun seharusnya menjadi rahasia dan kepercayaan di antara teman, namun teman model ini tidak tahan untuk menyimpan rahasia itu. Memberitahu orang seperti ini membuatnya tidak nyaman dan tidak betah. Seperti permainan "kentang panas", dia harus menyampaikan rahasia panas itu ke orang lain agar ia terbebas dari rahasia yang ia ketahui, yang telah membuatnya tidak nyaman. Juga ada beberapa orang tipe ini yang hanya besar mulut saja. Jika ada orang yang memiliki sifat seperti ini, lebih baik kita hindari untuk memberi tahu rahasia kita, kecuali jika kita tidak keberatan rahasia itu tersebar.

Bagaimana kita tahu kalau seseorang akan mengkhianati kepercayaan yang kita berikan? Jika kita mencurigai ada teman yang memiliki sifat ini, berbagilah rahasia  yang tidak penting maka lihatlah betapa cepatnya rahasia itu tersebar.

Jika kita curiga kalau teman kita tidak menyadari bahwa dia menyebarkan rahasia, mulailah dengan membuka perilaku ini. Ambillah contoh spesifik ketika teman kita membuka rahasia, dan lihatlah apakah dia mengetahui pelanggaran ini. Apakah dia minta maaf? Apakah dia membantahnya? Apakah dia meminta maaf, menjelaskan bahwa dia tidak tahu kalau informasi itu rahasia?

Jika kita mencurigai teman kita tidak bisa mengubah perilaku ini dan kita ingin mempertahankan petemanan, proteksi diri kita dengan lebih hati-hati akan informasi yang ingin kita bagi. Kita juga bisa mempertimbangkan kembali tingkat keakraban persahabatan ini. Jika kita ingin mempertahankan persahabatan ini, lebih baik kurangi membahas masalah rahasia.

5. Suka menyaingi 

Sedikit persaingan itu sehat dan bisa diterima. Kompetisi yang wajar akan memotivasi dan menstimulasi. Tetapi terlalu tinggi persaingan antar teman mulai merusak pertemanan. Salah satu bumbu utama dalam persahabatan yang positif ialah salah satu atau kedua belah pihak merasa bahwa mereka bisa menjadi "kita" dan tidak menempatkan diri di atas yang lainnya. Persaingan mensiratkan perlombaan menang dan kalah. Dan itu bertentangan dengan orang yang mengharapkan persahabatan yang positif khususnya sahabat karib

Teman yang menjadi pesaing mungkin saja bersaing di semua bidang kehidupan dan merasa sulit atau mustahil untuk mengurangi ketika terjadi pada teman dekat. Mereka bisa bersaing di tempat kerja, di sekolah, ataupun dalam urusan kemasyarakatan. Mereka bisa juga bersaing dengan pasangannya atau bahkan dengan orang tua ataupun anak-anaknya. Pesaing bisa merasakan sulitnya mengubah atau membuang sifat ini.

Namun kita bisa membantu situasi ini dengan menghindari situasi-situasi yang menimbulkan keinginan untuk berkompetisi. Sebagai contoh, ketika kita menceritakan keberhasilan kita dalam kehidupan pribadi ataupun dalam karir.

Membantu menunjukkan kesadaran pesaing tentang kecenderungannya ini bisa membatunya untuk mengatasi kecenderungan ini.. Jika kita ini berbagi sesuatu yang kita rasa akan mendorong dia untuk bereaksi "aku juga", kita bisa membuka komentar kita dengan seperti ini misalnya, "Aku kasih tahu sesuatu ya, tapi tidak berkaitan denganmu."

Kendati demikian, tanggung jawab mengubah perilaku pesaing ini ada pada dia, dengan mengembangkan citra diri yang lebih baik akan mengurangi keinginannya untuk bersaing dengan apapun yang kita katakan atau pun kita lakukan.

6. Tukang mengorek-kore kesalahan orang

Tidak ada yang benar di mata orang seperti ini. Orang yang sukanya mencari-cari kesalahan mungkin saja dibesarkan oleh orang tua yang terlalu menghakimi, yang juga membesarkan saudara-saudaranya yang lain sebagai orang suka mengkritik ini. Ini merupakan sifat yang sulit untuk dipulihkan, dan teman kita mungkin malah tidak menyadari bahwa dia begitu kritis atau sangat menjengkelkan kita. Sebelum melabeli tipe teman seperti ini sebagai yang deskrutktif, kita bisa mengetahui apakah teman kita bisa mengenali perilaku yang terlalu menghina ini dan mengubah orientasi itu. Sebaliknya, kita bisa memutuskan apakah kita menerima saja sifat teman kita ini dan menyadari bahwa itu mencerminkan dirinya, bukan kita atau pertemanan kita. 

Jika kita menilai teman kita dan ingin mencoba mempertahankan pertemanan meskipun adanya kritik-kritik dari tukang pencari kesalahan ini, cobalah sharing dengannya betapa sifatnya itu telah membuat kita tidak nyaman. Misalnya dengan mengatakan, "Aku tahu kau menyukaiku, dan aku tahu kau mungkin tidak bermaksud membuatku tidak nyaman, tetapi ketika kau menemukan kesalahan dalam hal apapun yang aku katakan ataupun aku laukan, aku merasa diriku ini tidak pernah benar."

Mungkin sekali dia akan membela diri, bahkan mengatakan "ini urusanmu," bukan urusan dia. Tetapi ketika kita menekankan betapa perilaku si pencari salah ini berdampak pada diri kita, ini bisa membantunya untuk menilai kembali apa yang ia katakan atau ia lakukan tanpa harus menjadi "benar." Di samping itu, dengan menjelaskan padanya apa yang ia lakukan membuat kita tidak nyaman, kita bisa sedikit mengurangi rasa dongkol jika memutuskan untuk meneruskan persahabatan dengan orang yang senang mencari kesalahan ini.

Mereka yang senang mengkritik dan mencari kesalahan ini seringkali tidak bisa menerima kritikan dari orang lain. Jika kita mengkritik orang tipe ini, hal itu bisa membuatnya mengatakan atau melakukan apapun atas kita. Hati-hatilah, orang yang suka mencari-cari kesalahan bisa memutuskan persahabatan selamanya daripada menanggapi kritikan kita atau bahkan mencoba memahami pesan yang lebih besar yang coba kita sampaikan.

Semoga artikel ini bermanfaat ya.

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sekolah Inggris Online, E-English Class