Akibat senang nonton film-film silat Indonesia, aku aku ter-mindset untuk menjadi sakti seperti Barry Prima, seperti Wiro Sableng, dan pendekar-pendekar lainnya. Kebal rasanya hebat. Sakti rasanya kondang. Alangkah bangganya kalau aku menjadi orang yang sakti mandraguna.
Kala malam hari aku kadang menghayalkan andaikan aku bisa menolong orang dengan kesaktian yang aku miliki. Terlebih lagi aku memang senang berkelana sejak kecil. Melihat orang berkelahi sudah biasa, apalagi kalau di orkes dangdut. Aku juga termasuk salah satu penonton yang senang joget. Makanya aku pun harus sakti untuk jaga diri. Aku harus kebal agar tidak mempan jika dibacok.
Awal memasuki kelas 3 SMP, setelah melalui perenungan panjang, aku putuskan untuk belajar ilmu kanuragan. Aku putuskan untuk belajar ilmu kesaktian, agar kebal, dan juga ilmu pengasihan. Wow.... hebatnya aku jika aku sakti, kebal, dan disayangi orang.
Aku mencari guru yang menurut hebat. Beliau mengajariku dua jenis ilmu, ilmu kebal dan ilmu pengasihan. Seluruh mantra dituliskan, dan syarat-syarat apa yang harus aku lakukan pun diberitahu semua. Salah satu syaratnya adalah tirakat puasa Senin dan Kamis, yang dimulai sejak maghrib sampai maghrib lagi selama 40 Senin dan 40 Kamis.
Puasa dimulai hari Senin, kebetulan kalau orang Jawa percaya dengan weton dan hitung-hitungannya, termasuk keberuntungan dan sebagainya. Meskipun aku tidak percaya dengan hitung-hitungan itu, tetapi karena kemauanku sangat kuat untuk meraih apa yang aku inginkan, aku pun mencoba meyakini.
Awalannya sangat berat. Aku lupa tanggalnya, tapi waktu itu hari Minggu sore. Setelah ashar, aku sudah mandi keramas, kemudian sudah makan. Setelah ashar itulah aku memulai ritual. Sejak ashar aku tidak boleh kena emperan rumah sekalipun, apalagi kok sampai masuk. Dan sampai esok maghrib aku juga tidak boleh tidur walau sedetik.
Sejak ashar aku pun jalan-jalan. Malam itu hujan sangat lebat. Dan syarat berikutnya adalah aku harus mandi tujuh sumur tua. Aku memilih sumur-sumur angker milik tetanggaku. Di setiap sumur aku harus mandi 7 timba. Tepat sumur keempat, aku terkejut bukan main. Ditimba ke-5 aku menengok ke pagar sumur. Di situ ada pocong yang menempel di pagar. Aku ingin teriak, ingin lari, tetapi karena saat mandi pun aku tidak boleh ketemu siapapun, dan diketahui siapapun, juga jika aku lari, otomatis batal, aku tahan semampuku. Begitu sudah 7 timba aku langsung bergegas pergi.
Tepat jam 12 malam, di tengah hujan yang sangat lebat dan dalam kondisi kedinginan, aku membakar kemenyan di tengah-tengah halaman depan rumah. Aku baca semua mantranya.
Selang satu minggu, ibarat senjata yang sedang diasah, aku pun merasakan. Aku yang tukang ngarit waktu SMP itu, aku tidak pernah luka, meskipun kena sabit. Cewek-cewek pun melirikku. Ah, aku laris.
Saat aku lulus SMP, baru aku jalankan 10 Senin dan 10 Kamis. Sejak lulus SMP aku pergi berpetualang, mengelana ke ibukota, jadi kuli bangunan. Saat jadi kuli itulah aku kenal seorang gadis yang bernama Rohyati. Dia asli dari Tegal. Aku naksir sama dia. Ternyata dia juga jatuh cinta padaku. Mudah sekali aku menaklukkannya. Saat aku ngomong cinta sama dia, langsung diterima, padahal aku hanyalah seorang kuli bangunan, dan dia seorang pelajar. Cantik dan banyak yang suka, tapi dia memilihku.
Dasar playboy kampung (dulu lho ya, sekarang gak), aku pun merasa tidak cukup mempunyai 1 pacar. Aku pun mencari mangsa lagi. Aku kenal lagi dengan seorang gadis cantik. Ia mojang Cianjur. Namanya Nengsih. Nengsih lebih cantik dari Rohyati. Aku pun tembak. Tanpa perlawanan sama sekali, ia pun jatuh hati padaku. Saat kerja, bosku pun sangat sayang padaku, aku sering diberi uang olehnya.
Aku tidak ingat sudah berapa Senin dan Kamis aku jalani, tiba-tiba aku dengar dari pengajian bahwa puasa itu dilakukan sejak fajar hingga tenggelamnya matahari, dan selain itu tidak boleh, haram. Mendengar itu aku pun berhenti. Aku takut pada Tuhan. Aku takut pada Allah SWT.
Saat berhenti itulah semuanya berubah. Bosku jadi mudah marah-marah. Jangankan memberiku uang, tiap hari dibentak-bentak iya, apalagi kalau menurutnya kerjaku tidak benar. Tanpa diduga, kedua pacarku, Rohyati dan Nengsih sama-sama mencariku, dan mereka ketemu temanku. Setelah tanya, temanku menjawab bahwa Rohyati, pacarku, pun mencarinya.
Akhirnya keduanya ketemu karena mencariku. Kebetulan waktu itu aku ada di lantai dua bangunan Pasar Malabar, Perum Karawachi, Tangerang. Keduanya bertemu. Dua-duanya adu mulut. Mereka memperebutkanku.
Aku bingung. Mereka berdua mendatangiku, dan memintaku memilih di antara satu. Aku bingung. Aku cinta sama Nengsih, tapi aku tidak tega sama Rohyati. Bingung, poloku semplok rasane. Aku harus bagaimana.
Akhirnya mereka pulang ke tempat tinggalnya masing-masing. Aku pun segera menyusul ke rumahnya Rohyati. Aku bilang bahwa aku dan Nengsih hanya teman biasa. Rohyati pun menangis. Ia minta putus. Kupikir tidak apa-apa, toh masih ada Nengsih.
Aku pun datang ke Nengsih. Aku pun bilang kata-kata yang sama. Dengkulku terasa lemas manakala mendengar jawaban Nengsih bahwa dia muak padaku. Aku diputus.
Dua-duanya memutuskanku, bosku marah-marah, aku juga kestrum listrik yang kabelnya lecet. Hampir mati. Dan patahlah hatiku.
Ternyata, apa yang aku lakukan dengan "menjadi sakti" dan "menjadi mudah disayangi" itu hanyalah fatamorgana. Kini aku paham bahwa menjadi "sakti" tidak bukan berarti memiliki kanuragan yang hebat. Menjadi sakti adalah menjadi orang yang bijak, orang yang mengerti, orang yang bisa menempatkan diri, orang yang rendah hati, dan orang yang bertakwa. Menjadi orang yang disayangi adalah bukan dengan ilmu pengasihan, tetapi memberikan kasih sayang tulus pada orang lain. Jika kita berikan kasih sayang yang tulus pada orang lain, maka Allah Yang Maha Pengasih itu pun akan mencurahkan kasih sayang-Nya pada kita melalui orang-orang yang menyayangi kita.
Jadi, kenapa kita mesti takut tidak menjadi sakti karena tidak punya ilmu kanuragan, atau pun takut menjadi terasing karena tidak mendaptkan kasih sayang. Jadilah diri sendiri. Jadilah pribadi yang menarik bagi orang lain, jadilah pribadi yang tidak diganggu orang lain, maka kita pun akan sakti dan dikasih-sayangi oleh orang lain.
Tidak percaya? Buktikan.


4:43 AM
Lintang Sunu
Posted in:
0 comments:
Post a Comment