Sunday, March 20, 2011

Apakah Anda Ingin Berhenti dari Berjuang?


Jalan tidak hidup tidak selalu mulus, tidak seperti jalan tol yang beraspal, tetapi kadang diisi dengan cekungan, lembah, berlubang, berlubang dan terjal. Hidup itu sangat sulit ditebak dan itulah yang membuat hidup itu menarik dan membuat penasaran. Hidup tidak bisa diduga yang membuat kita bertanya-tanya dan juga takut.

Pernahkah anda ingin berhenti hidup? "Kau bercanda ya?" tanya anda. Satu pertanyaan yang muncul menjadi, "Berapa kali sehari telah kurasakan ingin berhenti hidup?" Tentu. Kita pernah merasa seperti "membuang handuk" pada suatu waktu. Jika anda belum pernah merasakannya, saya sarankan adan memeriksa denyut nadi anda secepatnya. Dan inilah kejutan sesungguhnyauntuk anda: pemikiran tentnag "pemenang tidak pernah berhenti!" Setiap orang - "pemenang" sekalipun - tidak hanya pernah merasakannya, namun ia bahkan pernah berhenti.

Sudah saya katakan bahwa, saya yakin bahwa kita, seringkali menyerah pada impian-impian kita dengan begitu mudahnya dan dengan cepatnya - padahal mungkin hanya satu langkah pendek saja menuju keberhasilan. Jadi apa yang anda lakukan ketika keadaan menjadi sulit dan anda ingin berhenti? Berikut ada sepuluh strategi yang bisa anda gunakan anda dihadapkan pada "batu penghalang" jalan hidup anda.

1. Ingatlah mengapa anda mulai di tempat pertama

"Percikan" apa yang menyebabkan anda mengawali perjalan anda? Tengok kembali karena mungkin itu bisa menyalakan kembali api semangat yang membantumu melanjutkan perjalanan.

2. Tanyakan pada diri anda sendiri, "Apa yang sebaiknya kulakukan?"

Jika tidak ada hal menarik yang muncul dalam pikiran anda, lantas tentukan langkah selanjutnya yang perlu anda ambil untuk bergerak maju mendekati tujuan awal anda. Jika sesuatu yang menarik hadir dalam benak anda, mungkin anda perlu berhenti.

3. Tulilah 10 alasan mengapa anda bisa tetap melanjutkan

Kekuatan dan sumberdaya apa yang anda miliki yang akan membantu anda meraih hasil yang anda inginkan? Dengan melakukan ini mengubah fokus anda dari masalah ke solusi.

4. Ijinkan diri anda sendiri untuk berhenti.

Kedengarannya gila, tapi berfungsi. Ketika anda menentukan hukum dari dalam diri sendiri yang mengatakan, "Saya tidak bisa berhenti" atau "Saya tidak akan berhenti", itu akan membuat kemauan anda untuk berhenti semakin kuat.

5. Tunjukkan kebutuhan pada diri anda untuk terus melanjuutkan

Bukannya berfokus pada mengapa anda merasa ingin berhenti, namun fokuslah pada mengapa anda perlu melanjutkan. Apa yang dibayarkan, maka imbalannya menunggu untuk anda dapatkan.

6. Berhentilah berfokus pada perjuangan dan mulailah fokus pada solusi

Apapun perkembangan dari fokus anda, jika fokusnya adalah perjuangan yang akan anda alami, itu mungkin akan menjadi satu-satunya horizon anda. Ia akan menghalangi banyak peluang kreatif dan solusi yang mungkin akan hadir ke hadapan anda.

7. Perhatikanlah dengan cermat metode yang anda gunakan

Lelah dengan kemiskinan atau hasil yang kurang optimal dari usaha anda? Lalu mengapa anda melakukan cara yang sama dengan mengharap hasil yang berbeda? Itu adalah definisi klasik dari kegilaan! Tanyakan pada diri anda sendiri, "Tindakan apa yang paling radikal yang bisa kuambil sekarang juga?" Cobalah.

8. Buat kontrak dengan diri anda sendiri

Tuliskan target apa yang ingin anda capai dan bagaimana anda mencapainya dan kemudian tentukan untuk anda, misalnya enam bulan untuk mencapainya. Tandatangani dan beri tanggal pada kontrak itu dan simpan di tempat yang bisa anda lihat setiap saat. Anda juga bisa menentukan "hukuman" jika anda melanggar kontrak itu - misalnya tidak ada coklat untuk bulan.

9. Wujudkan

Apakah anda tertarik dengan ilusi yang menyatakan bahwa kesuksesan itu mudah? Mungkin anda terpesona oleh "bulu" di mana jika anda sangat menginginkan sesuatu, ia akan datang ke hadapanmu. Keberhasilan adalah tindakan. Murni dan sederhana. Keberhasilan adalah wujud dari mindset khusus juga serangkaian tindakan nyata. Jika anda ingin berhenti dari mengejar sesuatu, maka berhentilah untuk menipu diri sendiri bahwa sesuatu itu adalah "sepotong kue manis" untuk anda.

10. Meninggalkannya

Kadang-kadang dengan melihat sesuatu itu terlalu sulit atau terlalu lama mengaburkan sulosinya. Itu merupakan fenomena "tidak bisa melihat hutan dari pohonnya". Dengan meninggalkannya atau beristirahat dari perjuangan untuk mencari solusi, anda seringkali membebaskan diri anda dari pilihan-pilihan dan peluang-peluang baru.

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sekolah Inggris Online, E-English Class