Monday, April 4, 2011

Cinta, Kebohongan, dan pengkhianatan: Mengapa Kita Berbohong pada Orang yang Kita Sayangi?

Mengapa kita berbohong?

Suami berbohong pada istri, istri berbohong pada suami, seorang gadis berbohong pada kekasihnya, dan seterusnya...

Kita semua mengatakan ingin membuat hubungan yang dibangun atas dasar keterbukaan, kesetiaan dan kepercayaan, tetapi kenyataannya begitu kita terlibat dalam hubungan, hubungan tidak selalu seperti yang kita harapkan.

Suami istri, dan kekasih, seringkali saling membohongi perasaannya yang sebenarnya, perasaan yang mereka miliki untuk orang lain, juga tingkat komitmen yang tinggi untuk orang lain. Memang akan akan jika mengatakan bahwa kebanyakan orang menyimpan kebohongan terbesar mereka pada orang-orang yang mereka cintai.

Agar hubungan cinta kasih kita lebih baik atau lebih buruk, hubungan cinta kasih itu penuh dengan paradoks yang coba kita abaikan. Umumnya, strategi in berjalan dengan baik. Sampai saat di mana datangnya peringatan atau persiapan kita harus siap menghadapi kenyataan bahwa hubungan kita benar-benar seperti yang nampak.

Hingga kita bisa menangkap bahwa pasangnan kita telah berbohong. Tidak pelak lagi kita akan sulit sekali menghadapi apa yang telah terjadi dan berurusan dengan kenyataan bahwa orang yang kita cintai ternyata mengkhianati kepercayaan kita. Kita tidak menduga sama sekali bahwa pasangan kita telah menpu kita, tetapi mengapa dia menipu kita?

Mengapaikan adanya ketidaksempurnaan pada pasangan kasih kita ternyata kini menjadi strategi yang harus dibayar mahal, tak terduga, dan tiba-tiba. Tidak banyak yang bisa anda lakukan untuk menyelesaikan masalah ini, kecuali anda berusaha, tetapi ada kepastian yang akan membantu anda mengurangi stress, kegelisahan, dan ketidakpastian yang terjadi saat terjadinya kebohongan dan pengkhianatan itu.

Sebenarnya ketika kita sedang jatuh cinta dan dimabuk asmara, sebagian yang kita percayai tidaklah benar.

Hubungan cinta kasih zaman ini sering menggunakan tipuan, kebersamaan yang dijalani dengan keterusterangan yang selektif, posesif, dan penuh kebohongan. Ketikanya ini sangat berbahaya dan merupakan kunci penting bagi gagalnya hubungan.

Hubungan cinta kasih seringkali mendorong terjadinya penipuan, juga mendorong karena adanya kebutuhan. Sementara itu hubungan cinta kasih juga menawarkan banyak keuntungan. Kebanyakan orang merasa terbatasi dengan hubungan itu; mereka tidak lagi merasa bebas melakukan apa yang mereka inginkan, kapan keinginan itu muncul, dan dengan siapa ia ingin. Jadi kasih sayang itu memberikan penghargaan yang luar biasa, tetapi harus dibayar dengan baiya yang sangat mahal - yaitu hilangnya kebebasan dan otonomi diri.

Jadi mengapa kita berbohong?

Berbohong untuk hubungan cinta kasih membantu kita untuk mengatasi hubungan yang dengan keterpaksaaan. Sebenarnya, menipu pasangan kita menjadi cara yang efisien dan efektif untuk mempertahankan cinta kasih kita dan sementara itu kita sambil mengejar tujuan ekstra rasional dan kegiatan dibalik hubungan itu.

Bagaimana kita memutuskan kapan berbohong dan kapan kita seharusnya mengatakan yang sebenarnya?

Ada saat di mana kita harus berbohong dan ada saat di mana kita sama sekali tidak boleh berbohong.

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sekolah Inggris Online, E-English Class