Sunday, March 20, 2011

Kekuatan atau Kelemahan?


Kadang kelemahan terbesar anda bisa menjadi kekuatan terhebat anda. Kita ambil contoh kisah seorang anak berusia 10 tahun yang memutuskan belajar judo meskipun dia telah kehilangan lengan kirinya karena kecelakaan mobil yang parah.

Anak itu mulai belajar judo dengan seorang guru judo Jepang yang sudah tua umurnya. Anak itu berlatih bagus sekali, sehingga ia tidak tahu mengapa setelah tiga bulan latihan sang guru hanay mengajarinya satu gerakan saja.

"Sensei," akhirnya anak itu berkata, "tidak bolehkah saya belajar lebih dari satu gerakan ini?"

"Inilah satu-satunya gerakan yang kau ketahui, tetapi inilah satu-satunya gerakan yang perlu kau ketahui," jawab sang guru.

Masih belum cukup paham, namun ia percaya pada gurunya, anak itu tetap berlatih.

Beberapa bulan kemudian, sang guru mengajak anak itu masuk ke turnamen pertamanya. Mengejutkan sekali, anak itu dengan mudah memenangkan dua pertandingan pertama. Pertandingan ketiga terbukti lebih sulit, tetapi beberapa saat kemudian lawannya menjadi tidak sabar, dengan lincahnya ia menggunakan satu gerakan untuk memenangkan pertandingan. Masih terkagum-kagum dengan keberhasilannya itu, anak itu akhirnya masuk final.

Kini, lawannya lebih besar, lebih kuat, dan lebih berpengalaman. Sesaat, anak itu nampak tidak imbang dengan lawannya. Khawatir pada kemungkinan anak itu mungkin akan terluka, sang juri mengatakan waktunya habis. Juri akan menghentikan pertandingan ketika sang sensei mengintervensi.

"Tidak," sang sensei yakin, "Biarkan ia melanjutkan pertandingan."

Segera setelah pertandingan dilanjutkan, musuhnya membuat kesalahan fatal: dia menjatuhkan perlindungannya. Dengan cepat kilat, anak itu menggunakan gerakannya untuk menjatuhkah lawannya. Anak itu akhirnya memenangkan pertandingan itu. Dialah yang menjadi juara.

Dalam perjalanan pulang, anak itu dan sang guru membahas setiap gerakan dan setiap pertandingan. Kemudian anak itu memberanikan menanyakan apa yang ada dalam benaknya.

"Sensei, bagaimana aku memenangkan pertandingan hanya dengan satu gerakan?"

"Kau menang karena dua alasan," jawab sensei. "Pertama kau hampir menguasai sepenuhnya satu gerakan yagn paling sulit dalam semua gerakan judo. Dan kedua, pertahanan yang hanya diketahui untuk gerakan itu adalah musuhmu harus meraih lengan kirimu."

Kelemahan terbesar anak itu telah menjadi kekuatan terhebatnya.

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sekolah Inggris Online, E-English Class