Friday, March 18, 2011

Kesetiaan dalam Cinta


Loyalitas atau kesetiaan berarti komitmen untuk setia yang tidak dapat dengan mudah luntur. Untuk menjadi setia berarti mematuhi janji yang telah dibuat selamanya - untuk tetap mempertahankan komitmen yang telah dibuat untuk sepanjang hidup. Kesetiaan itu lebih mudah diucapkan namun untuk memiliki kualitas kesetiaan yang tinggi sangat sulit bagi sebagian besar orang.

Kesetiaan tidak mempertimbangkan perubahan dalam situasi yang bagaimana pun. Jika aku setia terhadap pasanganku dan pasanganku itu mengalami kecelakaan yang parah, bukan berarti bahwa aku akan pergi meninggalkannya dan mencari yang lebih cantik atau tampan dari dia. Jika aku berkomitmen pada seseorang dan kemudian suatu saat nanti ia memutuskanku, bukan berarti aku akan mencari orang yang lebih kaya. Setiap situasi yang datang itu menguji kesetiaan. Di beberapa negara, undang-undang mengizinkan perceraian jika pasangannya menjadi gila. Namun bagi orang-orang yang setia tidak akan memutuskan hubungan itu sampai kapan pun.

Setiap hubungan itu tergantung pada kepercayaan dan kebenaran. Jika hubungan diawali dengan kebohongan, maka ia tidak akan bertahan lama. Pondasinya adalah kebohongan dan kebohongan. Bagaimana kebenaran akan tumbuh dari benih kebohongan? Hal pertama yang dibutuhkan untuk terciptanya hubungan jangka panjang adalah untuk jujur dalam hal apapun. Menipu pasangan kita untuk mempercayai yang bukan sebenarnya adalah sebuah dosa.

Ketika anda memutuskan dan berkomitmen untuk setia, anda mestinya tidak memutuskan hubungan anda dalam kondisi bagaimana pun. Bisa tidak ada kata maaf untuk tindakan itu. Jika anda melakukannya, maka anda berarti menyakiti pasangan anda yang mempercayai anda, dan anda menyakiti diri sendiri dengan menjadi orang yang tidak setia dan tidak dapat dipercaya. Anda akan kehilangan harga diri total setelahnya. Ketika hal itu terjadi, satu-satunya jalan adalah turun gunung, menuju ke neraka. Cinta dan kesetiaan berjalan seiring berjalan. Bagaimana kita bisa tidak setia dalam cinta? Itu adalah pemikiran yang mustahil dijawab.
Mencintai dan dicintai adalah anugerah. Menghancurkannya dengan tidak setia adalah dosa terhadap Tuhan. Jika karena kondisi apapun seseorang menjadi tidak setia, ia harus segera menyadari kesalahannya itu dan meminta maaf. Apakah hubungan itu akan tetap sama setelah adanya ketidaksetiaan ini? Tidak. Kecuali jika dia beruntung karena memiliki pasangan yang luar biasa. Hubungan itu tidak akan pernah sama lagi. Lebih baik selalu menjadi orang yang setia.
sumber: http://ezinearticles.com

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sekolah Inggris Online, E-English Class