Tuesday, February 14, 2012

Kasih Sayang Seorang Ayah pada Puteri Kecilnya

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja di perantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya. Akan sering merasa rindu sekali dengan ibunya. Lalu bagaimana dengan ayah?




  • Mungkin karena ibu lebih sering meneleponmu untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponmu?
  • Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, ibulah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sekembalinya ayah dari bekerja dan dengan wajah lelah ayah selalu menanyakan pada ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
  • Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil, ayah biasanya mengajar putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah ayah mengganggapmu sudah bisa naiknya, ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu. Kemudian Ibu bilang, "Jangan dulu ayah, jangan ditanggalkan dulu roda bantunya," itu karena ibu takut puteri manisnya akan terjatuh lalu terluka. Tapi sadarkah dikau? Bahwa ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu puteri kecilnya PASTI mampu melakukannya.
  • Pada saat kau menangis merengek meminta mainan baru, ibu menatapmu hiba. Tetapi ayah akan mengatakan dengan tegas, "Bisa, kita beli nanti, tapi tidak sekarang." Tahukah engkau , ayah melakukan itu kerana ayah tidak ingin kau menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi.
  • Saat kamu sakit, ayahlah yang terlalu khawatir sampai terkadang sedikit membentak dengan berkata, "Sudah di beritahu! kamu jangan minum air dingin!". Berbeda dengan ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu ayah benar-benar mengkhwatirkan keadaanmu.
  • Ketika engkau sudah beranjak muda, kau mulai menuntut pada ayah untuk mendapat izin keluar malam, dan ayah bersikap tegas dan mengatakan "Tidak boleh!" Tahukah engkau bahwa ayah melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi ayah, engkau adalah sesuatu yang sangat-sangat luar biasa berharga. Setelah itu kau marah pada ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu. Dan yang datang mengetuk pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah ayah. Tahukah kamu, bahwa saat itu ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia harus menjagamu?
  • Ketika saat seorang teman lelaki mulai sering meneleponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, ayah akan memasang wajah paling dingin sedunia. Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kau sedang ngobrol berdua di ruang tamu. Sadarkah kamu, kalau hati ayah merasa cemburu?
  • Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya, maka yang dilakukan ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir bimbang. Dan setelah perasaan khwatir itu berlarut-larut, ketika melihat puteri kecilnya pulang larut malam hati ayah akan mengeras dan memarahimu. Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang sangat ditakuti ayah akan segera datang? "Bahwa puteri kecilnya akan segera pergi meninggalkannya"
  • Setelah lulus SMA, ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang dokter atau insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan ayah itu semata-mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti. Tapi ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan ayah.
  • Ketika kamu menjadi gadis dewasa dan kamu harus pergi kuliah di kota lain, ayah harus melepaskanmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu? Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasihat ini dan itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal ayah ingin sekali menangis seperti ibu dan memelukmu erat-erat. Yang ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang". Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT, kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
  • Di saat kamu kesempitan uang untuk membiayai semesteran dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah ayah. Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya boleh merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
  • Ketika permintaanmu bukan lagi sekadar meminta alat mainan yang baru, dan ayah tahu ia tidak mampu memberikan apa yang kamu inginkan. Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah, "Tidak.... Tidak boleh!" Padahal dalam batin ayah, ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti ayah belikan untukmu". Tahukah kamu bahwa pada saat itu ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
  • Saatnya kamu lulus sebagai seorang sarjana, ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat puteri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang.
  • Sampai saat seorang teman lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada ayah untuk mengambilmu darinya, ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin, karena ayah tahu bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
  • Dan akhirnya.... Saat ayah melihatmu duduk di kursi pelaminan bersama seseorang lelaki yang dianggapnya mampu menggantikannya, ayah pun tersenyum bahagia. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu ayah pergi ke belakang pentas pelaminan sebentar, dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat berbahagia, kemudian ayah berdoa. Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik. Puteri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita solehah yang cantik. Bahagiakanlah dia bersama suaminya. Rahmatilah kehidupan mereka Ya Allah"

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sekolah Inggris Online, E-English Class