Barusan saya menonton film "Tai Chi Master". Memang saya sudah sering sekali menonton film yang sama, namun karena film ini film favorit saya, saya merasa tidak bosan untuk berulang-ulang menontonnya. Selain dibintangi oleh aktor favorit saya, Jet Li, dalam film ini juga menyampaikan pesan moral yang sangat berguna bagi kita dalam menghadapi kehidupan yang penuh dengan liku-liku dan problem kehidupan.Dalam film ini diceritakan dua orang sahabat Jun Bao (Jet Li) dan Chin Bao (Chin Siu Ho). Sejak pertama kali ketemu di Kuil Shaolin, mereka langsung akrab. Mereka bersahabat, akrab, saling mengisi, bercanda, tertawa, dan melakukan banyak hal bersama. Kebersamaan mereka terus berlangsung hingga mereka dewasa.
Ketika dewasa, Chin Bao memilih untuk meniti karir sebagai prajurit di kerajaan, sementara Jun Bao memilih untuk tidak masuk ke dalam barisan prajurit dan berbaur dengan masyarakat kecil, membela mereka dari kediktaktoran penguasa.
Demi ambisinya terhadap kekuasaan, Chin Bao mengkhianati persabatan mereka berdua. Chin Bao mengundang Jun Bao untuk datang ke barak prajurit, namun sebetulnya mereka Jun Bao dan teman-temannya yang berpihak pada rakyat kecil dijebak untuk dihabisi. Semua rekannya mati, kecuali Siu Lin (Michelle Yeoh) dan Master (Lau Shun). Mereka selamat dan menyelamatkan diri.
Jun Bao terguncang. Sahabatnya sejak kecil ternyata berkhianat hanya demi mengejar tahta. Jun Bao gila. Ketika ia sedang diajak menelusuri alam, ia melihat seorang petani yang sedang membawa kayu bakar berjalan kerepotan dan seorang temannya berlari menuju ke arahnya mengatakan bahwa istrinya mau melahirkan, si petani tadi mengatakan bahwa ia repot membawa kayu bakar. Temannya bilang, "Lepaskanlah semua bebanmu dan berlarilah dengan kencang". Demi mendengar ucapan itu, Jun Bao tersadar bahwa selama ini ia terlalu banyak membawa beban. Ia tersadar bahwa beban itu hendaknya diletakkan dan ia akan bisa berlari dengan kencang. Maka ia bisa melihat betapa beban hanyalah akan membuat kita tidak bisa berpikir, membebani pikiran, membuat orang lupa ingatan, dan tidak menyelesaikan masalah.
Ia sadar bahwa beban itu harus diletakkan sementara agar ia bisa berlari dengan kencang, agar ia bisa menyelesaikan masalah yang ia hadapi. Dengan melepaskan beban ia mengetahui banyak hal yang bisa menjadi solusi dari masalahnya. Ia banyak belajar hal-hal yang selama ini ia abaikan di sekitarnya dan sebenarnya itu menjadi sumber inspirasi bagi pemecahan masalahnya.
Dari sinopsis singkat film di atas, ada satu pelajaran sangat penting yang bisa kita ambil, yaitu bahwa kita sebagai manusia hidup akan selalu disertai dengan masalah. Namun masalah itu bukannya untuk terus dijadikan alasan untuk bermuram durja, bukan alasan untuk kita jadikan beban, tetapi masalah itu harus dipecahkan. Jika kita terus berfokus pada masalah, masalah tidak akan terselesaikan. Masalah akan semakin bertumpuk dan membenani kita sehingga kita akan merasa terlalu berat untuk memikulnya.
Pecahkanlah masalah, ambil hikmah dari semua masalah yang kita hadapi. Cari sousinya. Jika kita belum bisa menemukan solusi dari masalah itu, letakkanlah masalah itu, refresh-kan kembali pikiran kita agar jernih dan bisa melihat dengan jelas masalah itu, yang pada gilirannya kita akan temukan titik terang dari masalah dan solusinya akan kita ketemukan.
Ingatlah bahwa di setiap masalah selalu ada solusi di baliknya. Ingat pula bahwa manusia tidak akan diberi beban masalah kecuali sudah diukur oleh Tuhan bahwa manusia itu pasti mampu menghadapi masalah. Akan tetapi jika kita terus berfokus pada masalah, maka solusi tidak akan nampak. Jika kita hanya mengarahkan pandangan kita terhadap kesulitan yang kita hadapi, maka titik kemudahan tidak akan nampak.
Oleh karena itu, sahabat-sahabat, saudara-saudara, dan teman-temanku semua, yuk cobalah kita menjernihkan pikiran kita ketika kita sedang menghadapi masalah, seberat apapun. Memang benar jika kita dalam masalah akan terasa sulit sekali untuk berfokus pada pencarian solusi, akan tetapi tidak seharusnya kita hanya berfokus pada masalah tersebut.
Kehidupan ini Tuhan ciptakan bukannya tanpa tujuan. Tuhan sayang kepada kita, sehingga kita diberi masalah dan beban hidup agar kita naik kelas. Bukankah akan terasa hidup lebih indah ketika kita sudah menghadapi masalah yang berat, dan amat terasa indahnya hidup ketika kita sudah keluar dari masalah itu? Bukankah akan lebih mudah pula memecahkan masalah sejenis yang kita hadapi nantinya?
Tetap semangat, berprasangka baik pada Tuhan, niscaya Tuhan seperti prasangka hamba-Nya. Sekali lagi, tidak ada maksud buruk Tuhan dengan memberikan kita masalah.


5:49 AM
Lintang Sunu
Posted in:
0 comments:
Post a Comment