Sunday, March 20, 2011

Dua Tetes Air Mata


Dua tetes air mata kecil melayang menyusuri sungai kehidupan. Satu tetes air mata berkata pada yang lain, "Aku adalah tetes air mata seorang gadis yang mencintai seorang pria dan kehilangan dia. Kamu siapa?" "Aku adalah tetes air mata yang mendapatkan pria itu."

Cinta itu sangat aneh. Cinta adalah komitmen tanpa syarat terhadap seseorang yang tidak sempurna. Kau butuh air mata ketika kau mencinta, hal itu seperti menunjukkan jalan pada dirimu sendiri untuk tersakiti. Kau menjadi ketagihan dan bergantung pada orang itu. Kau bisa menjadi kuat, dan pada saat yang sama kau membuka diri untuk disakiti. Cinta membuatmu kuat menanggung semua rasa sakit dan siap berkorban apapun. Cinta bisa juga membuatmu merasa bodoh dan bertindak bodoh. Kadang ketika kau mencintai dan akhinya menyerahkan dirimu sepenuhnya, pada dasarnya kau hanya mencari cara bagimana kau telah menyerahkan dirimu ketika orang yang yang kau cintai menyakitimu atau berkata selamat tinggal.

Lalu kau menyadari, bagian penting dalam dirimu adalah orang itu. Bagian itu pergi ketika dia meninggalkanmu dan yang tersisa hanyalah rasa sakit dan perasaan hampa dalam dirimu.

Air mata menetes di pipimu meskipun kau sudah menahan sekuat tenagamu untuk tidak menetes. Sebagian besar air mata menetes di bumi ini karena cinta atau karena kurangnya cinta. Ketika air mata kering, rasa kehilangan melekat pada hatimu.

Itulah mengapa kau harus sangat peduli dengan seseorang yang kau cintai. Tapi bagaimana bisa kau menyesalinya? Berikan dirimu sebebas-bebasnya dan dengan tulus ikhlas adalah cara paling indah yang bisa kau lakukan. Dengan mencintai membuatmu nyata. Cinta juga membuatmu menangis. Dan itulah mengapa air mata itu indah.

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sekolah Inggris Online, E-English Class